Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Masohi, Senin pagi. Sidak ini dilakukan untuk memastikan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya terkait kehadiran pegawai dan kualitas pelayanan publik.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Mario Lawalata mendatangi satu per satu instansi strategis, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Maluku Tengah, Bappeda Maluku Tengah, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, hingga Puskesmas Kota Masohi.
Namun hasil sidak tersebut mengejutkan. Di beberapa kantor dinas, suasana terlihat sepi, dengan jumlah pegawai yang hadir tidak sebanding dengan jam kerja yang telah berjalan. Bahkan, di sejumlah ruangan pelayanan publik, meja kerja tampak kosong, sementara masyarakat yang membutuhkan layanan mulai berdatangan.
Saat memberikan keterangan, Wakil Bupati menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin ASN serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sidak ini bukan hanya kegiatan seremonial. Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk memastikan ASN benar-benar bekerja disiplin dan melayani masyarakat dengan baik,” tegas Mario Lawalata.
Menurutnya, aparatur pemerintah digaji oleh negara untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Ketidakhadiran pegawai di jam kerja dinilai sebagai bentuk kelalaian terhadap tanggung jawab yang dapat berdampak langsung pada masyarakat.
“ASN itu digaji oleh negara untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Kalau pegawai tidak ada di tempat saat jam kerja, maka yang dirugikan adalah masyarakat,” ujarnya.
Pada sejumlah OPD, Wakil Bupati menyoroti keterlambatan sejumlah pegawai yang berdampak pada terhambatnya pelayanan bagi masyarakat. Sementara di Bappeda, ia meminta agar seluruh staf bekerja maksimal mengingat instansi tersebut berperan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Bappeda adalah jantung perencanaan pembangunan. Kalau di sini tidak maksimal, maka perencanaan daerah juga akan terganggu,” kata Mario.
Tak hanya itu, di Dinas PU dan Dinas Kesehatan, Wakil Bupati juga mengecek langsung daftar hadir pegawai serta menanyakan aktivitas kerja yang sedang berjalan. Di Puskesmas Kota Masohi, Mario memastikan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal sejak pagi hari.
Mario Lawalata memberikan peringatan tegas kepada seluruh pimpinan OPD agar tidak lagi mentolerir pegawai yang sering terlambat, tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, atau bekerja tidak sesuai tugas.
“Saya minta pimpinan OPD tidak lagi membiarkan pegawai yang malas, sering terlambat, atau tidak menjalankan tugasnya. Disiplin adalah kunci pelayanan publik yang baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sidak serupa akan terus dilakukan secara berkala dan tanpa pemberitahuan. Tujuannya, agar seluruh ASN benar-benar membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Sidak ini akan terus kami lakukan secara rutin dan tanpa pemberitahuan. Ini untuk membentuk budaya kerja yang disiplin, profesional, dan benar-benar melayani masyarakat,” tambahnya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat Maluku Tengah untuk turut mengawasi kinerja aparatur pemerintah. Jika menemukan pelayanan yang buruk atau pegawai yang tidak berada di tempat saat jam kerja, masyarakat diminta melaporkannya melalui jalur resmi pemerintah daerah.
“Saya mengajak masyarakat ikut mengawasi. Kalau ada pelayanan yang tidak maksimal atau pegawai tidak berada di tempat saat jam kerja, silakan laporkan melalui jalur resmi pemerintah daerah,” katanya.
Sidak mendadak ini menjadi sinyal keras dari Wakil Bupati Mario Lawalata bahwa pemerintah daerah tidak akan lagi mentolerir lemahnya disiplin ASN. Ke depan, ia memastikan bahwa penegakan aturan dan peningkatan kinerja OPD akan menjadi prioritas utama demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, bersih, dan profesional di Kabupaten Maluku Tengah.DMS











