London (DMS) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa laju kenaikan permukaan laut dunia telah berlipat ganda dalam satu dekade terakhir, seiring meningkatnya tekanan terhadap samudra akibat aktivitas manusia. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya global yang lebih kuat untuk mengurangi dampak polusi dan perubahan iklim.
Temuan tersebut disampaikan dalam Penilaian Ketiga Samudra Dunia atau World Ocean Assessment III (WOA III), laporan global yang dipimpin PBB dan menyoroti berbagai tekanan yang terus meningkat terhadap ekosistem laut.
Laporan itu menyebutkan bahwa tekanan terhadap samudra bersifat kumulatif dan berasal dari berbagai aktivitas manusia, termasuk pencemaran lingkungan serta praktik industri penangkapan ikan berskala besar. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut di berbagai wilayah dunia.
WOA III merupakan satu-satunya penilaian global yang terintegrasi mengenai kondisi samudra dunia dengan mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Kajian tersebut mengevaluasi keadaan samudra selama periode 2021 hingga 2025 dan disusun melalui kolaborasi lebih dari 650 ahli dari berbagai sektor dan puluhan negara.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin, PBB menegaskan bahwa aktivitas manusia telah menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati secara luas dan memberikan tekanan berat terhadap sistem samudra global.
Salah satu temuan utama laporan tersebut adalah percepatan kenaikan permukaan laut. Jika sebelum 2015 kenaikan rata-rata permukaan laut tercatat sekitar 2 milimeter per tahun, maka pada 2023 angkanya meningkat menjadi 4,3 milimeter per tahun atau lebih dari dua kali lipat.
Selain itu, laporan juga menunjukkan bahwa sekitar 16 persen dari total peningkatan kandungan panas laut yang tercatat sejak 1955 terjadi hanya dalam kurun waktu sejak 2018. Kondisi ini menjadi indikasi semakin cepatnya pemanasan laut akibat perubahan iklim global.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menegaskan bahwa dunia tidak dapat lagi memperlakukan laut sebagai sumber daya yang tidak terbatas. Menurutnya, kolaborasi internasional yang mendesak diperlukan untuk melindungi ekosistem laut dari berbagai ancaman yang terus meningkat.
“Kita tidak bisa terus memperlakukan laut sebagai sumber daya yang tak terbatas. Kolaborasi global yang mendesak diperlukan untuk melindungi ekosistem laut,” kata Guterres.
Ia menambahkan bahwa dunia perlu membangun hubungan baru dengan laut yang berlandaskan ilmu pengetahuan, dibingkai oleh hukum internasional, serta didasarkan pada tanggung jawab bersama antarnegera, sektor, dan generasi demi menjaga keberlanjutan samudra di masa depan.
DMS/AC











