Jakarta (DMS) – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memastikan akan menanggung seluruh biaya perbaikan rumah warga di Banda Neira, Maluku Tengah, yang mengalami kerusakan akibat tertabrak KM Sabuk Nusantara 106.
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan atas insiden yang terjadi sekaligus memastikan pemulihan kondisi rumah warga dilakukan secara menyeluruh.
“Kami akan mengganti dan memperbaiki kerusakan yang timbul dalam insiden ini,” kata Ditto di Jakarta, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Pelni menanggapi insiden KM Sabuk Nusantara 106 yang diduga menabrak rumah warga di Banda Neira, Kecamatan Banda, pada Selasa pagi sekitar pukul 09.45 WIT.
Pelni juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat menghebohkan warga setempat.
“Kami mengucapkan permohonan maaf atas insiden yang terjadi atas KM Sabuk Nusantara 106 di Banda Neira. Dapat kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ujarnya.
Ditto menambahkan, perwakilan Pelni di Banda Neira telah menemui langsung pemilik rumah untuk membahas penyelesaian kerugian dan memastikan proses penanganan dilakukan secara terbuka serta bertanggung jawab.
“Perwakilan kami di Banda Neira sudah menemui langsung pemilik rumah dan dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, penyebab pasti insiden masih dalam proses pemeriksaan internal dan investigasi lebih lanjut.
Pelni menegaskan KM Sabuk Nusantara 106 baru akan kembali dioperasikan setelah dipastikan berada dalam kondisi laik laut dan memenuhi seluruh standar keselamatan pelayaran yang berlaku.










