Indramayu (DMS) – Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Putri Lancar Samudera yang hilang setelah kapal mereka terhempas ombak di perairan Indramayu, Jawa Barat. Penghentian dilakukan setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, mengatakan penghentian operasi dilakukan pada Minggu (21/12) setelah seluruh tahapan pencarian dilaksanakan sesuai prosedur, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Selama operasi, tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai unsur dan menyisir area kejadian hingga wilayah perairan sekitarnya. Namun hingga hari ketujuh, hasil pencarian masih nihil,” ujar Adip, Senin.
Menjelang penutupan operasi, tim SAR melakukan mediasi dengan perwakilan keluarga korban di Indramayu. Dari hasil pertemuan tersebut, keluarga tiga korban, yakni Darkum, Eri, dan Kasta, menyatakan menerima dan mengikhlaskan penghentian operasi pencarian.
Adip menjelaskan, area pencarian sempat diperluas dan bergeser ke wilayah kerja Kantor SAR Semarang sejak Sabtu (20/12). Penyisiran dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah serta penyebaran informasi kepada kapal-kapal yang melintas agar melaporkan jika menemukan tanda-tanda korban.
“Hingga Minggu pukul 15.50 WIB, tidak ada laporan penemuan korban, baik dari kapal yang melintas maupun hasil siaran Vessel Traffic Service (VTS) dan Shipping Radio Operator Procedure (SROP),” katanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim SAR gabungan mengusulkan penghentian dan penutupan operasi. Meski demikian, Adip menegaskan pencarian dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda keberadaan para korban.
Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
DMS/AC











