Ambon, Maluku (DMS) – Umat Katolik di Kota Ambon kembali menggelar Perarakan Arca Kristus Raja menjelang Pesta Kristus Raja Alam Semesta, tradisi besar yang menutup tahun liturgi Gereja Katolik. Kegiatan ini dipusatkan di Paroki St. Joseph Passo dan diikuti dengan Perayaan Ekaristi serta tarian-tarian syukur.
Sejak 2023, atas inisiatif Pastor Paroki St. Joseph Passo, RD. Lukas Kelwulan, perarakan diperluas menjadi kegiatan tingkat Kevikepan Kota Ambon. Arca Kristus Raja diarak dari Passo menuju paroki-paroki lain dan mendapat sambutan hangat dari Gereja Protestan Maluku (GPM), pemerintah, dan tokoh lintas agama.
“Perarakan ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi menjadi wujud keindahan persaudaraan di Kota Ambon. Kami gembira karena saudara-saudara dari berbagai denominasi gereja dan komunitas lintas iman ikut menyapa dan memberi dukungan,” ujar RD. Lukas Kelwulan.
Perarakan tahun 2025 berlangsung pada 22–23 November dengan tema “Melalui Kegiatan Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta, Mari Katong Wujudkan Kota Ambon, Maluku dan Indonesia Pung Bae”, selaras dengan visi HUT ke-450 Kota Ambon. Kegiatan ini juga mengusung jargon “Dari Kota Ambon–Maluku Untuk Indonesia Pung Bae”.
Beberapa warga merasa terharu saat menyaksikan rombongan yang memikul Arca Kristus Raja melintasi sejumlah ruas jalan dalam Kota Ambon. “Katong seng sangka suasananya bisa sehidup ini. Lihat semua orang yang datang menyambut bikin beta terharu,” ujar Maria, salah satu warga yang menonton arak-arakan.
Perayaan ini bertujuan meneguhkan penghormatan umat kepada Kristus Raja Alam Semesta, menghadirkan pesan damai bagi masyarakat, serta memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama. Panitia, tokoh pemerintah, Saniri Negeri Passo, biarawan-biarawati, dan berbagai elemen masyarakat turut terlibat.
Perwakilan dari Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Perarakan Kristus Raja telah menjadi ruang perjumpaan yang membahagiakan. Ini memperlihatkan Ambon sebagai rumah bersama yang damai,” kata salah satu pejabat Pemkot Ambon.
Perarakan Arca Kristus Raja kini menjadi simbol keharmonisan lintas iman dan identitas Kota Ambon sebagai kota yang rukun, inklusif, dan penuh toleransi.DMS











