Permintaan Donor Sperma Tinggi, Apa Penyebabnya?

Jakarta – Xia Wei, Wakil Direktur Human Sperm Bank di Provinsi Hubei, Cina, mengatakan permintaan donor sperma sangat tinggi di Cina menyebabkan klinik hanya mampu memenuhi setengah permintaan. “Pasangan yang mendaftar di provinsi kamu harus menunggu selama setahun,” kata Wei seperti dilansir dari Xinhua, kantor berita Cina.

Para pakar kesehatan di Cina menilai bahwa kelangkaan donor merupakan masalah darurat. Tingkat kebutuhan akan inseminasi buatan terus bertambah dari pasangan yang ingin memiliki anak.

“Sekitar 15 persen dari pasangan di Cina mandul. Kami menduga masalah ini disebabkan gaya hidup yang tidak sehat dan polusi,” kata Zheng Xinming, Kepala Hubei Medical Association.

Cina News mencatat pada Maret, sebanyak 50 juta pasangan tidak bisa memiliki anak karena tekanan pekerjaan, perubahan sosial dan lingkungan, serta kekurangan donor sperma. Seperti di Provinsi Shanxi, hanya 136 dari 1.213 laki-laki yang layak menjadi donor.

Sebelumnya, sebanyak 22 ribu laki-laki beramai-ramai mendaftar di Alibaba, situs e-commerce Cina, untuk menyumbangkan sperma mereka mulai Rabu, 23 Juli hingga Jumat, 25 Juli 2015.

Pendonor cukup mengisi nama mereka, enam angka terakhir kartu identitas mereka, dan alamat e-mail untuk mendaftar. Para donor nantinya akan dibayar 3.000 hingga 5.000 yuan atau setara dengan Rp 650 ribu hingga Rp 1 juta.

Layanan ini diselenggarakan oleh Taobao dan KingMed Diagnostic, kelompok laboratorium medis terbesar ketiga di Cina. Alibaba, pemilik Taobao, mulai melirik pasar kesehatan online sejak kelas menengah di Cina mulai beralih ke pelayanan kesehatan swasta.

Klinik sperma di Cina sedang mengalami kekurangan donor karena budaya ‘malu’. Para pakar kesehatan di Cina juga mengatakan bahwa langkanya donor sperma disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang donasi sperma.TEMPO.CO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *