Jakarta (DMS) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berencana menambah 10 gudang ketahanan pangan pada 2026 sebagai bagian dari penguatan cadangan dan distribusi bahan pokok nasional.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, saat ini Polri telah memiliki 18 gudang ketahanan pangan yang tersebar di 12 polda. Pada 2026, pembangunan akan diperluas dengan 10 gudang tambahan di delapan polda.
“Sehingga totalnya menjadi 28 gudang ketahanan pangan, masing-masing berkapasitas 1.000 ton,” ujarnya dalam acara peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 SPPG serta 18 gudang ketahanan pangan Polri di Jakarta Barat, Jumat.
Selain itu, Polri juga tengah membangun gudang ketahanan pangan berkapasitas 10.000 ton di wilayah Polda Metro Jaya. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan, mempercepat distribusi, serta menjaga stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah.
Ke depan, Polri menargetkan pembangunan gudang ketahanan pangan dapat menjangkau seluruh polda di Indonesia.
Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan 30 gudang filial yang terdiri atas 25 gudang aset Polri, tiga gudang milik pemerintah daerah, satu gudang milik KPU, serta tiga gudang pinjam pakai dari masyarakat. Gudang-gudang tersebut tersebar di wilayah Papua yang belum memiliki fasilitas pergudangan Bulog.
Menurut Kapolri, keberadaan gudang tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri. Acara digelar di SPPG Palmerah, Jakarta Barat, dan dihadiri sejumlah menteri serta pimpinan lembaga, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Polhukam Djamari Chaniago, dan Kepala BPOM Taruna Ikrar.
DMS/AC











