Jakarta (DMS) – Presiden Prabowo Subianto tiba di Tokyo, Jepang, dalam rangka memulai kunjungan resmi perdananya sebagai kepala negara ke Negeri Sakura guna memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu malam, Presiden Prabowo bersama rombongan mendarat di Bandara Haneda, Tokyo, pada pukul 19.10 waktu setempat.
Setibanya di bandara, Presiden disambut oleh Iwao Horii, Kepala Protokol Negara Jepang Tadayuki Miyashita, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, serta Atase Pertahanan RI di Tokyo Hidayaturrahman.
Dari bandara, Presiden langsung menuju tempat bermalam untuk beristirahat sebelum menjalani rangkaian agenda kenegaraan.
Selama kunjungan di Jepang, Presiden dijadwalkan melakukan state call kepada Naruhito. Selain itu, Presiden juga akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 68 tahun, mencakup berbagai sektor seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, serta kehutanan dan lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara menunjukkan tren positif dan semakin erat.
Kunjungan tersebut juga mencerminkan hubungan persahabatan yang telah lama dibangun atas dasar saling percaya dan saling menghormati. Pemerintah berharap, lawatan ini dapat membuka peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan sekaligus memperkokoh kemitraan strategis kedua negara.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden akan membahas sejumlah isu strategis dalam pertemuan dengan pemerintah Jepang.
“Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama persahabatan kedua negara, khususnya dalam bidang perdagangan, teknologi, pendidikan, serta kehutanan dan lingkungan,” ujarnya.
Presiden Prabowo sendiri bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 10.35 WIB. Dalam penerbangan menuju Tokyo, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
DMS/AC











