Tehran/Istanbul (DMS) – Aksi protes yang melanda wilayah barat dan barat daya Iran pada Kamis (1/1) menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut laporan media setempat.
Kantor Berita Fars melaporkan lebih dari 150 orang berkumpul di wilayah Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Massa disebut meneriakkan slogan anti-pemerintah serta melempari gedung-gedung publik dengan batu.
“Setelah aparat kepolisian turun tangan, sebagian pengunjuk rasa melepaskan tembakan ke arah petugas hingga melukai sejumlah anggota keamanan. Dua orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut,” ujar seorang pejabat lokal yang dikutip Fars.
Insiden terpisah terjadi di Provinsi Lorestan. Tiga orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya terluka saat sekelompok perusuh menyerang markas kepolisian dengan memanfaatkan aksi protes di Kota Azna. Para penyerang disebut menggunakan senjata tajam dan senjata api, serta berupaya melucuti aparat dan menyerbu gudang senjata.
Gelombang kekerasan ini menyusul penangkapan 20 orang di Kota Kuhdasht, Lorestan, pada Rabu. Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota pasukan Basij yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan tewas.
Sebelumnya, pada 28 Desember, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menggelar aksi protes akibat anjloknya nilai tukar rial Iran dan meningkatnya tekanan ekonomi. Aksi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain di Iran.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengakui adanya keresahan publik. “Kami mengamati, mendengarkan, dan secara resmi mengakui adanya protes, krisis, dan tantangan yang terjadi,” katanya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengakui ketidakpuasan masyarakat dan menegaskan pemerintah bertanggung jawab atas persoalan ekonomi, seraya meminta para pejabat tidak menyalahkan pihak eksternal.
DMS/AC











