Magelang (DMS) – Tim SAR gabungan mengerahkan anjing pelacak (K-9) serta memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk mempercepat proses pencarian korban banjir lahar hujan di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Komandan SAR Gabungan, Arif Yulianto, di Magelang, Kamis, menjelaskan anjing pelacak milik Polresta Magelang diterjunkan guna mendeteksi kemungkinan keberadaan korban yang diduga tertimbun material lahar.
Anjing-anjing tersebut menyisir sejumlah area yang sebelumnya telah dipetakan berdasarkan laporan saksi serta temuan di lapangan. Hingga saat ini, masih terdapat dua korban yang belum ditemukan dalam peristiwa banjir lahar hujan tersebut.
Arif menjelaskan proses pencarian menghadapi berbagai kendala, terutama karena medan yang cukup berat. Di beberapa titik sepanjang alur sungai, material pasir, batu, dan lumpur menumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa meter.
Selain itu, derasnya arus lahar sebelumnya juga mengubah kontur sungai sehingga menyulitkan tim dalam mengidentifikasi kemungkinan lokasi korban.
“Ada beberapa metode yang kami gunakan, pertama menggunakan K-9. Kemudian penyisiran manual dengan personel yang melakukan penusukan pada material. Selain itu, kami juga memanfaatkan drone untuk memetakan wilayah sepanjang Sungai Senowo,” ujarnya.
Penggunaan drone dilakukan untuk melakukan pemantauan visual dari udara. Perangkat tersebut diterbangkan secara berkala untuk memetakan wilayah terdampak, memantau pergerakan material, serta mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban.
Dari hasil pemantauan udara, tim dapat melihat pola endapan material lahar, jalur aliran terbaru, hingga area yang rawan longsor susulan. Data visual tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim dalam menentukan prioritas area penyisiran di lapangan.
“Drone juga membantu mempermudah pemantauan dari udara. Kendala utama kami saat ini adalah tebalnya material pasir serta kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Arif.
Selain fokus pada pencarian korban, tim SAR juga terus memperhatikan faktor keselamatan personel di lapangan. Setiap pergerakan tim dilakukan dengan pengawasan ketat mengingat potensi banjir lahar susulan masih dapat terjadi jika hujan kembali turun di kawasan puncak Merapi.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR juga memperluas area penyisiran berdasarkan hasil analisis lapangan serta pemantauan udara.
Petugas turut mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi terdampak demi menjaga keselamatan serta memberi ruang bagi tim SAR untuk menjalankan proses pencarian secara optimal.
DMS/AC











