Namlea, Pulau Buru (DMS) – Seorang penambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, dilaporkan meninggal dunia usai memasuki lubang galian sedalam 22 meter. Korban bernama Safrudin Buton (33) diduga menghirup gas beracun dengan kadar zat asam tinggi saat mengecek kondisi air di dalam lubang galian miliknya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.15 WIT di kawasan tambang ilegal yang dikenal sebagai Tanah Merah.
Seorang saksi sekaligus rekan korban mengungkapkan, mereka berangkat menuju lokasi tambang dari Jalur D pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIT. “Kami berangkat malam dan memilih jalur memutar lewat lereng gunung supaya tidak terpantau petugas yang berjaga di pos pengamanan,” ungkap saksi.
Setibanya di lokasi, korban bersama saksi langsung mengecek lubang galian emas milik mereka dan menghidupkan mesin alkon untuk menyedot air yang menggenang di dalam lubang. Tidak lama kemudian, korban memutuskan turun ke dalam lubang galian untuk memeriksa kondisi air secara langsung.
“Saat itu korban masuk ke dalam lubang. Karena lama tidak keluar, saya ikut turun untuk menyusul,” kata saksi. Namun, saksi mengaku langsung merasakan sesak napas akibat tingginya konsentrasi gas beracun di dalam lubang tersebut. “Udara di dalam sangat menyengat, saya langsung naik lagi dan berteriak agar korban segera keluar,” lanjutnya.
Karena korban tidak memberikan respons, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan yang sedang melakukan patroli di sekitar kawasan Gunung Botak.
Petugas gabungan TNI-Polri yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian. “Kami langsung memasang blower untuk menyuplai oksigen ke dalam lubang dan menghidupkan mesin alkon guna mempercepat penyedotan air,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Setelah dilakukan upaya evakuasi secara intensif, jasad Safrudin Buton akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang galian emas sekitar pukul 02.45 WIT.
Kasus meninggalnya penambang emas ilegal ini kini ditangani oleh pihak berwenang setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Aparat kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal karena sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa.DMS











