Batam (DMS) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau melalui Subdit V Siber tengah menyelidiki kasus penipuan siber berupa website perbankan palsu yang merugikan seorang pengusaha di Kota Batam hingga miliaran rupiah.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Mahari mengatakan laporan polisi terkait kasus tersebut diterima pekan lalu. Korban diketahui merupakan pengusaha di Batam yang mengalami kerugian besar setelah bertransaksi melalui tautan perbankan palsu.
“Korban mengakses link perbankan yang biasa digunakan, namun ternyata website tersebut palsu meski tampilannya sangat mirip dengan situs resmi,” kata Arif saat dikonfirmasi di Batam, Minggu.
Ia menjelaskan, tautan tersebut muncul di posisi teratas hasil pencarian Google sehingga korban mengira situs itu merupakan laman resmi bank swasta yang bersangkutan. Tanpa curiga, korban kemudian melakukan transaksi dan memasukkan data perbankan, termasuk ID dan kata sandi.
Beberapa waktu kemudian, korban menyadari adanya transaksi mencurigakan di rekeningnya. Dalam waktu singkat, saldo miliaran rupiah di rekening korban terkuras.
Penyidik yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penelusuran awal, diketahui pelaku memecah dana hasil kejahatan ke sejumlah rekening hanya dalam hitungan menit setelah penarikan, sehingga menyulitkan proses pelacakan.
“Kasus ini sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdii) agar situs yang muncul di pencarian teratas tersebut dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti,” ujar Arif.
Saat ini, penyidik masih mendalami kasus dengan meminta keterangan dari pelapor. Selain dugaan tindak pidana ilegal akses, polisi juga menyoroti adanya unsur kelalaian dari nasabah yang kurang teliti saat mengakses tautan perbankan.
Polda Kepri pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan keaslian situs sebelum melakukan transaksi perbankan secara daring.
“Tidak semua link yang muncul di posisi teratas pencarian merupakan situs resmi. Pastikan terlebih dahulu keabsahan link sebelum bertransaksi,” kata Arif.











