Namlea, Pulau Buru (DMS) – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Maluku dan Maluku Utara terus memperkuat penyerapan hasil panen petani. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah.
Manajer Pengadaan dan Operasional Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara, Abdul Azis, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan panen kedua di Kabupaten Buru. Hasil pemantauan menunjukkan produksi gabah petani pada musim panen kedua ini berada dalam kondisi sangat baik.
“Panen kedua di Kabupaten Buru menunjukkan hasil yang menggembirakan dan mampu mendukung program penyerapan pemerintah. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap 3.472 ton gabah di Kabupaten Buru, sedangkan untuk penyerapan beras murni tercatat sebanyak 230 ton. Jika gabah tersebut dikonversikan, maka totalnya setara dengan 2.006 ton beras,” ujar Abdul Azis saat memberikan keterangan di Namlea.
Secara keseluruhan, capaian penyerapan Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara kini telah mendekati target baru yang ditetapkan oleh kantor pusat. Abdul Azis menjelaskan bahwa capaian riil di lapangan sebenarnya telah melampaui target awal, sehingga manajemen pusat memutuskan untuk menaikkan target penyerapan wilayah.
“Target baru yang dibebankan kepada kami adalah 5.547 ton gabah, 1.998 ton beras, dan 4.835 ton setara beras. Saat ini, realisasi penyerapan gabah sudah mencapai 5.268 ton atau 94,79 persen. Sementara untuk beras baru terealisasi 620 ton atau 31,06 persen, dan akumulasi setara beras telah mencapai 3.309 ton atau sekitar 68,45 persen,” jelasnya.
Meski produksi pertanian di Kabupaten Buru terus meningkat, Abdul Azis menilai masih terdapat sejumlah kendala pada sektor pascapanen. Berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah mitra, sebagian besar penggilingan padi di daerah tersebut belum memiliki fasilitas mesin pengering gabah (dryer) yang memadai.
“Keberadaan dryer sangat penting untuk menjaga kualitas gabah, terutama saat memasuki musim hujan, agar bisa menghasilkan beras dengan kualitas premium. Kami berharap pemerintah daerah serta pelaku usaha penggilingan dapat meningkatkan fasilitas produksi ini agar Kabupaten Buru mampu menjadi sentra beras berkualitas di Maluku,” kata Abdul Azis.
Selain menyerap hasil panen, Bulog juga menuntaskan program penyaluran bantuan pangan gratis. Untuk wilayah Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, tercatat sebanyak 30.092 Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menerima bantuan beras dengan total penyaluran mencapai 601.840 kilogram. Setiap penerima memperoleh alokasi 20 kilogram beras untuk kebutuhan dua bulan, yaitu Februari dan Maret, dengan status realisasi sudah mencapai 100 persen.
Di sisi lain, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus digencarkan untuk menekan fluktuasi harga di pasar. Berdasarkan pemantauan di Pasar Namlea, harga beras premium terpantau stabil di kisaran Rp15.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.500 per kilogram. Sementara itu, beras program SPHP dijual seragam dengan harga Rp65.000 per kemasan 5 kilogram atau tepat Rp13.000 per kilogram.
“Stok beras di Kabupaten Buru saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, sekitar 1.800 ton beras dari Buru juga ikut disuplai ke Kota Ambon untuk menjaga ketahanan pangan di ibu kota provinsi,” pungkas Abdul Azis.
DMS











