Morowali (DMS) – Sebanyak 288 warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengungsi akibat tanah bergerak. Pergeseran tanah yang merusak kosan hingga masjid ini diduga dipicu aktivitas alat berat di area tambang.
Fenomena pergeseran tanah ini mulai terjadi di Desa Fatufia pada Rabu (28/1) sekitar pukul 03.00 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mengaku situasi itu masih terasa hingga hari ini.
“Situasi terakhir, tanah masih bergeser perlahan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng, Andi Sembiring kepada wartawan, Jumat (20/1/2026).
Andi Sembiring mengatakan, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas alat berat di area pertambangan. Getaran yang ditimbulkan berdampak ke sekitar permukiman warga.
“Berdasarkan hasil asesmen, terdapat aktivitas lima unit ekskavator yang sedang melakukan loading di area pertambangan. Getaran yang ditimbulkan memicu kepanikan warga dan diikuti pergeseran tanah,” jelasnya.
Pergerakan tanah itu mengakibatkan 94 kamar kos dan satu masjid mengalami kerusakan. Ratusan warga juga dilaporkan mengungsi.
“Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 288 jiwa dan korban jiwa nihil,” ungkap Andi Sembiring.
BPBD Sulteng bersama instansi terkait masih berada di lokasi membantu warga memindahkan barang-barang ke lokasi yang aman. Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi meliputi hunian sementara dan logistik.
“Kami mengimbau warga tetap berada di lokasi pengungsian demi keselamatan,” pungkas Andi Sembiring.DMS/DC











