Dobo, Kepulauan Aru (DMS) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar besar-besaran di Dobo, Kamis (07/05/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta menjaga stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.
Sekretaris Daerah Kepulauan Aru, Jacob Ubyaan, menegaskan operasi pasar itu merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat dalam upaya pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, tim tidak hanya melakukan pengecekan harga di atas kertas, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa margin keuntungan distributor agar tidak memberatkan daya beli masyarakat.
Dalam arahannya sebelum operasi pasar dilaksanakan di Aula BPKAD Kepulauan Aru, Jacob Ubyaan meminta seluruh tim melakukan pemeriksaan detail terhadap rantai distribusi harga.
“Kita cek keuntungan yang diambil berapa per satuan bahan pokok. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan terlalu besar. Kita harus pastikan penjual tidak rugi, tapi masyarakat juga tidak terbebani,” tegasnya.
Ia menjelaskan pemeriksaan meliputi harga beli barang dari daerah asal seperti Surabaya, biaya pengiriman melalui kontainer dan tol laut, hingga biaya tenaga bongkar muat.
Hasil operasi pasar tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan rutin kepada pemerintah pusat setiap hari Senin guna memantau perkembangan inflasi daerah secara riil.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana sekaligus Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, William G. F. Gainausiray, menjelaskan sebanyak enam tim gabungan telah dibentuk untuk melaksanakan operasi pasar.
Tim gabungan tersebut melibatkan berbagai instansi, di antaranya Bagian Perekonomian, Disperindag, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Satpol PP, serta unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri Aru.
Enam tim itu disebar ke sejumlah titik strategis, mulai dari distributor utama, pasar tradisional, hingga penyalur BBM di dalam Kota Dobo.
William menjelaskan, ada tiga fokus utama dalam pemeriksaan teknis yang dilakukan tim di lapangan.
Pertama, validasi stok dengan mencocokkan data persediaan yang dilaporkan dengan kondisi fisik barang di toko maupun gudang.
Kedua, pemeriksaan legalitas dan kelayakan produk, termasuk izin usaha dan masa kedaluwarsa barang yang dijual.
Ketiga, analisis harga untuk memastikan kewajaran Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui perbandingan harga beli dan harga jual di tingkat pengecer.
Menurutnya, operasi pasar tersebut merupakan salah satu dari tiga strategi utama pengendalian inflasi daerah selain penyediaan stok Bahan Cadangan Pokok (BCP) dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Operasi pasar yang dimulai pukul 09.00 WIT itu berlangsung hingga pukul 11.30 WIT. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan juga menemukan dan menyita sejumlah makanan serta minuman yang telah kedaluwarsa.
Pemerintah daerah berharap hasil operasi pasar ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan ekonomi daerah sekaligus menjamin keamanan konsumsi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.
DMS











