Namlea, Pulau Buru (DMS) – Sebuah video yang memperlihatkan aksi protes sejumlah ibu rumah tangga di kawasan tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait, Kabupaten Buru, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah melalui akun Facebook Lawalata-Lawata pada Rabu (3/6/2026) itu memperlihatkan sejumlah perempuan mendatangi kawasan Gunung Botak untuk memastikan informasi terkait dugaan masih berlangsungnya aktivitas pengolahan emas di tengah proses penertiban yang dilakukan aparat gabungan.
Dalam rekaman tersebut, para ibu terlihat berupaya menuju area tambang. Namun langkah mereka dihentikan oleh personel TNI yang berjaga di pos pengamanan kawasan Gunung Botak.
Mereka kemudian menyampaikan protes kepada petugas yang bertugas di lokasi karena menduga masih terdapat aktivitas pengolahan material emas yang berlangsung di kawasan tersebut.
Salah seorang perempuan dalam video menyebut terdapat sedikitnya lima bak rendaman yang diduga masih aktif digunakan untuk mengolah material tambang emas di area longsoran Gunung Botak.
“Kalau memang sudah ditertibkan, kenapa masih ada bak rendaman yang beroperasi?” ujar salah satu perempuan dalam video yang beredar.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari warga terkait efektivitas penertiban yang selama ini dilakukan oleh aparat gabungan di kawasan pertambangan emas tanpa izin tersebut.
Selain menyoroti dugaan aktivitas pengolahan emas, para ibu juga mempertanyakan keberadaan sejumlah tenda pedagang yang masih terlihat beroperasi di sekitar kawasan Gunung Botak.
Menurut mereka, apabila penertiban dilakukan secara menyeluruh, maka seluruh aktivitas yang masih berlangsung di area tambang seharusnya turut ditertibkan tanpa pengecualian.
Dalam video yang sama juga muncul dugaan adanya pungutan terhadap pengelola bak rendaman. Salah seorang perempuan menyebut setiap bak rendaman diduga dikenakan biaya sebesar Rp5 juta.
Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti maupun keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran dugaan tersebut.
Video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dugaan aktivitas pengolahan emas maupun isu pungutan yang disampaikan dalam video tersebut.
Gunung Botak sendiri saat ini masih berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan yang tergabung dalam Satgas Penertiban Gunung Botak. Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan aktivitas pertambangan tanpa izin yang selama bertahun-tahun berlangsung di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Satgas Penertiban Gunung Botak, Pemerintah Kabupaten Buru, maupun instansi terkait lainnya mengenai dugaan masih berlangsungnya aktivitas pengolahan emas serta tudingan pungutan terhadap pengelola bak rendaman sebagaimana disampaikan dalam video yang beredar.
DMS masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi lebih lanjut.
DMS











