Dobo, Kepulauan Aru (DMS) – Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohamad Djumpa, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 yang digelar di lapangan Kantor Bupati Kepulauan Aru, pukul 08.00 WIT.
Dalam sambutan Mendagri yang dibacakan, ditegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Peringatan Hari Otonomi Daerah harus menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut. Otonomi daerah disebut sebagai instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dikatakanya, Tahun ini, peringatan Hari Otda mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, dengan tetap memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. “Tema ini menegaskan pentingnya kemandirian daerah yang tetap selaras dengan arah pembangunan nasional,” ujarnya.
Mendagri juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan otonomi daerah, di antaranya belum optimalnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah, yang kerap memicu tumpang tindih program dan rendahnya efektivitas pembangunan. “Sinkronisasi antara pusat dan daerah harus diperkuat agar tidak terjadi duplikasi program yang menghambat pembangunan,” tegasnya.
Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome) dan digitalisasi pemerintahan dinilai perlu diperkuat agar pelayanan publik lebih efektif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Birokrasi harus berorientasi pada hasil dan didukung sistem digital yang mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Di sisi lain, kemandirian fiskal daerah juga menjadi perhatian. Banyak daerah dinilai masih bergantung pada transfer pusat, sehingga ruang fiskal terbatas. Kolaborasi antar daerah pun dinilai penting, mengingat sejumlah persoalan strategis seperti lingkungan, transportasi, dan pengelolaan sampah bersifat lintas wilayah. “Kerja sama antar daerah menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan yang tidak bisa ditangani sendiri,” katanya.
Pemerintah juga diminta fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengurangan ketimpangan, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil. Stabilitas daerah serta ketahanan terhadap krisis ekonomi, pangan, dan bencana juga menjadi prioritas di tengah dinamika global. “Pemerintah daerah harus hadir di garis depan dalam memastikan pelayanan dasar terpenuhi secara merata,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Mendagri memaparkan sejumlah langkah strategis, diambil antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan kewirausahaan, serta reformasi birokrasi dan penegakan hukum. “Langkah-langkah strategis ini harus diimplementasikan secara konkret di daerah,” tegasnya.
Di akhir sambutan, seluruh pemerintah daerah diimbau menyelenggarakan peringatan Hari Otda secara sederhana, efisien, dan tidak bersifat seremonial, dengan mengutamakan penggunaan anggaran yang berdampak langsung pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. “Peringatan ini tidak perlu berlebihan, yang terpenting adalah manfaatnya bagi masyarakat,” tutupnya.
DMS











