Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar perekonomian masyarakat. Salah satu upaya tersebut ditandai dengan peresmian Samudera UMKM oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, Jumat (9/1/2026).
Kegiatan peluncuran yang berlangsung di pelataran Maplaz, Kota Masohi, itu dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan sponsor, pihak perbankan, serta pengelola belasan UMKM di Kota Masohi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mario Lawalata menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Maluku Tengah mendorong sirkulasi ekonomi lokal melalui penguatan produk-produk UMKM. “Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian lokal,” ujar Mario.
Menurutnya, kolaborasi dengan Samudera UMKM merupakan langkah strategis untuk mengembangkan usaha kecil di Kota Masohi, mengingat Samudera UMKM memiliki pengalaman di bidang bisnis. “Kami melihat Samudera UMKM memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat menjadi mitra strategis dalam membina dan mengembangkan pelaku usaha kecil di Masohi,” katanya.
Ia berharap pengalaman para pebisnis yang tergabung dalam Samudera UMKM dapat dibagikan kepada para pedagang kecil agar mampu meningkatkan daya saing usaha. Selain itu, Mario juga meminta dukungan pihak perbankan, khususnya dalam hal permodalan usaha. “Perbankan kami harapkan dapat memberikan akses permodalan yang lebih mudah, sehingga pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya,” tambahnya.
Mario juga mengingatkan agar lembaga perbankan tidak mempersulit masyarakat yang ingin membuka usaha. “Jangan mempersulit masyarakat yang ingin berusaha. Berikan kemudahan, namun tetap dengan pengawasan yang baik,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya penggunaan dana bantuan sesuai dengan peruntukannya.
Selain kepada perbankan, Wakil Bupati juga menitipkan pesan kepada para pelaku usaha agar memanfaatkan modal yang diterima secara bijak dan bertanggung jawab. “Gunakan modal yang diberikan untuk pengembangan usaha, bukan untuk kepentingan lain yang tidak produktif,” ujarnya.
Sebagai informasi, kondisi ekonomi Maluku Tengah pada 2025 menunjukkan fluktuasi inflasi, dengan beberapa bulan mengalami deflasi, seperti pada Agustus 2025. Namun demikian, secara tahunan (year-on-year/yoy) inflasi masih dipengaruhi oleh harga pangan dan sejumlah komoditas.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi regional Maluku tercatat stabil pada Triwulan III 2025 sebesar 4,31 persen (yoy). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tertinggi di Maluku Tengah terjadi pada Januari 2025 sebesar 1,01 persen (yoy) dan September 2025 sebesar 3,09 persen (yoy), dengan komoditas penyumbang utama berasal dari kelompok bahan makanan, minuman, dan jasa.DMS











