Berita Maluku Tengah, Tehoru – Masyarakat berharap jembatan darurat Wai Kawanua segera dapat difungsikan, pasca ambruknya beberapa waktu lalu karena berdampak naiknya ongkos saat akan melintas, termasuk juga mempengaruhi ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat.
Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Ketua Latupati Kecamatan Tehoru sekaligus raja negeri Hatu, Bernard Lilihata, mengharapkan agar pemerintah daerah lewat dinas terkait dapat mempercepat pengerjaan jembatan darurat agar rutinitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal.
Menurutnya, pasca ambruknya jembatan Wai Kawanua, masyarakat kesulitan melakukan rutinitas mereka. Hal ini berdampak pada tingginya biaya yang harus ditanggung saat akan melintas sungai Waikawanua, baik yang akan melintas maupun sebaliknya.
Banyak masyarakat, terutama para petani maupun pekebun yang akan membawa hasil pertanian mereka ke ibukota kabupaten untuk dijual, tidak dapat melintas. Kalaupun dapat melintas, diperlukan biaya yang tinggi dan hal ini berdampak pada penghasilan yang mereka dapatkan menurun drastis.
Selain itu, para pedagang bahan sembako harus mengeluarkan biaya yang besar untuk dapat melintasi sungai Wai Kawanua, dengan menggunakan jasa tenaga buruh untuk mengangkat barang dagangan mereka melintasi sungai Wai Kawanua, atau menggunakan jasa penyewaan longboat untuk melewati jalur laut.
Oleh karena itu, mewakili masyarakat yang ada di kecamatan Tehoru dan sekitarnya, dirinya berharap pengerjaan jembatan darurat yang sementara dikerjakan dapat secepatnya diselesaikan sehingga dapat membantu masyarakat yang akan melintas.
Sementara itu, warga Amy Tehuwayo, salah satu warga negeri Tehoru yang akan melintas sungai Wai Kawanua, saat diwawancarai mengatakan harapan yang sama agar jembatan darurat yang sementara dikerjakan ini dapat segera digunakan oleh masyarakat.
Mengingat pasca ambruknya jembatan Waikawanau yang membuat rutinitas mereka sangat terganggu dan berdampak pada naiknya biaya yang harus dikeluarkan setiap akan melintasi sungai Waikawanua.
Pasca ambruknya bentangan Jembatan Wai Kawanua di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin 10 Juli 2023 akibat diterjang banjir, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku sementara membangun jembatan Bailey atau jembatan rangka baja pra-fabrikasi sebagai alternatif sementara agar akses transportasi bisa kembali normal.DMS











