Saumlaki, Kepulauan Tanimbar (DMS) – Puluhan kepala keluarga di Desa Adaut, Dusun Yerun, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengeluhkan minimnya fasilitas publik di wilayah mereka. Hingga kini, akses jalan, air bersih, dan penerangan belum tersambung ke kawasan pemukiman penduduk.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang kesulitan bersekolah akibat terbatasnya infrastruktur dasar.
Masyarakat menilai, kurangnya perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat terhadap pelayanan publik telah menimbulkan persepsi buruk terhadap kinerja pemerintah.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Adaut, Simon Koryaru, kepada wartawan DMS di kediamannya mengatakan, meski Indonesia telah merayakan kemerdekaan ke-80 tahun, warga di desanya belum merasakan arti sejati dari kemerdekaan itu.
“Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, tapi kami di Desa Adaut belum merasakan arti kemerdekaan yang sebenarnya. Jalan masih rusak, air bersih susah, listrik pun belum menjangkau semua rumah,” ujar Simon dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum pernah merasakan bantuan dari anggaran dana desa.
“Kami hanya dengar dana desa jumlahnya miliaran rupiah, tapi di lapangan tidak pernah ada bantuan apa pun. Rumah tidak layak huni, bantuan air bersih, atau pembangunan lainnya juga tidak pernah kami rasakan,” ungkapnya.
Simon berharap, pemerintah desa dapat lebih transparan dalam mengelola dana desa. Menurutnya, dana desa adalah hak masyarakat dan harus digunakan secara terbuka demi keberlangsungan pembangunan di Desa Adaut.
“Kami hanya ingin pemerintah desa terbuka. Dana desa itu hak rakyat, jadi harus dikelola dengan jujur dan transparan agar pembangunan bisa dirasakan oleh semua warga,” tutup Simon.(DMS)











