Manado (DMS) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Sario, menyatakan bahwa tingkat aktivitas Gunung Awu saat ini berada pada Level II atau Waspada. Hal tersebut disampaikan dalam laporan aktivitas Gunung Awu periode 16–28 Februari 2026 yang diterima di Manado, Kamis.
Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti arahan instansi berwenang. Badan Geologi terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah.
Berdasarkan pengamatan instrumental selama periode tersebut, tercatat 162 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 12 kejadian per hari, tiga kali gempa vulkanik dalam, serta 280 kali gempa tektonik jauh. Nilai energi gempa vulkanik yang diukur melalui Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan fluktuasi.
Meski terjadi sedikit penurunan dibanding periode sebelumnya—dari rata-rata 14 kejadian menjadi 12 kejadian per hari—jumlah gempa vulkanik dangkal masih berada di atas normal. Hal ini mengindikasikan bahwa proses magmatik dan akumulasi tekanan di kedalaman dangkal masih berlangsung, yang berpotensi menyebabkan retakan atau pelepasan tekanan pada batuan dekat permukaan.
Hasil pengamatan visual dan instrumental juga menunjukkan aktivitas magmatik Gunung Awu masih aktif. Oleh karena itu, potensi peningkatan aktivitas kegempaan secara tiba-tiba, termasuk swarm gempa vulkanik maupun gempa berfrekuensi rendah, tetap perlu diwaspadai.
Adapun potensi bahaya yang dapat terjadi meliputi erupsi magmatik dengan lontaran material pijar dan aliran piroklastik, erupsi efusif berupa aliran lava, hingga erupsi freatik yang didominasi uap, gas vulkanik, dan material erupsi sebelumnya.
DMS/AC











