Namlea, Pulau Buru (DMS) – Warga yang beraktivitas di sekitar Pantai Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran sekitar empat meter, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIT.
Kemunculan reptil tersebut sempat menimbulkan kepanikan, terutama di kalangan nelayan dan warga yang berada di pesisir pantai.
Salah seorang warga setempat, Ahmad (45), mengatakan buaya tersebut muncul secara tiba-tiba di dekat permukiman. “Tiba-tiba kami lihat ada buaya besar muncul ke permukaan air. Ukurannya sekitar empat meter dan sempat berdiam di bawah long boat yang terparkir di dekat pantai,” ujarnya.
Menurut keterangan warga, keberadaan buaya itu dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan nelayan yang sering melaut di kawasan tersebut. “Kami takut kalau buaya itu menyerang warga, apalagi banyak anak-anak yang bermain di sekitar pantai,” kata Ahmad.
Merasa terancam, warga kemudian berinisiatif menangkap buaya itu secara beramai-ramai dengan menggunakan alat seadanya. Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut akhirnya dibunuh di lokasi kejadian.
Warga mengaku terpaksa mengambil tindakan tersebut karena masih trauma dengan peristiwa pada tahun 2017, ketika seekor buaya dilaporkan memangsa manusia hingga meninggal dunia di wilayah tersebut. “Kami tidak ingin kejadian buruk itu terulang lagi. Ini murni demi keselamatan warga,” ujar seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) maupun instansi terkait mengenai peristiwa tersebut.
Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat memberikan perhatian serius, mengingat kawasan Teluk Kayeli diduga merupakan habitat buaya yang sewaktu-waktu dapat muncul dan mengancam keselamatan masyarakat. “Kami minta ada penanganan khusus dari pemerintah supaya warga tidak terus hidup dalam ketakutan,” kata Ahmad.
Peristiwa ini menambah daftar kemunculan satwa liar di sekitar permukiman warga, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta penanganan yang tepat terhadap konflik antara manusia dan satwa liar.DMS











