Ambon, Maluku (DMS) – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto mengajak masyarakat di Maluku untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolda saat bersilaturahmi dengan awak media di Kota Ambon, Rabu (3/6/2026). Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu harus disikapi secara positif tanpa mengganggu situasi kamtibmas di daerah.
“Kekecewaan itu pasti ada di setiap hati para pendukung tim favorit. Namun, jangan dilampiaskan dengan cara-cara yang dapat mengganggu kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” ujar Kapolda.
Dadang mengatakan, Piala Dunia merupakan perhelatan sepak bola yang selalu menyedot perhatian masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan tim yang didukung seharusnya tidak menjadi pemicu munculnya konflik maupun gangguan keamanan. Sebaliknya, masyarakat diminta menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati satu sama lain.
Lebih lanjut, Kapolda menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon, setiap kali perhelatan Piala Dunia berlangsung. Antusiasme itu kerap ditunjukkan melalui berbagai bentuk perayaan, termasuk aksi konvoi di jalan raya ketika tim favorit meraih kemenangan.
Menurutnya, euforia tersebut merupakan hal yang wajar, namun harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Merasa kecewa karena tim favorit mengalami kekalahan adalah hal yang wajar bagi setiap pendukung. Tetapi, jangan melampiaskan kekecewaan tersebut dengan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam setiap pertandingan sepak bola, pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau komentar yang berpotensi memicu perselisihan, baik di lingkungan sekitar maupun di media sosial. Ia berharap seluruh warga dapat menjaga suasana yang aman dan damai selama berlangsungnya turnamen tersebut.
Di akhir penyampaiannya, Dadang kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan meskipun memiliki tim dukungan yang berbeda.
“Meskipun kita memiliki dukungan yang berbeda pada perhelatan Piala Dunia ini, kita harus tetap menjaga kebersamaan, persaudaraan, dan tetap menjaga kondusifitas di wilayah kita,” pungkasnya.
DMS











