Mataram, NTB (DMS) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga pangan pokok strategis di pasaran mulai menunjukkan tren penurunan dan berangsur stabil dengan ketersediaan stok yang aman.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan harga selama pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, volatilitas harga dijaga agar tidak berfluktuasi berlebihan sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara hingga Idul Fitri.
“Secara umum pangan pokok stabil dan stok aman. Mudah-mudahan memasuki Lebaran harga semakin terkendali,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di Pasar Senen Jakarta, sebagian besar komoditas berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga daging sapi tercatat berkisar Rp130.000–Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, serta cabai rawit merah turun menjadi Rp100.000 per kilogram dari sebelumnya Rp110.000. Sementara harga telur berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp30.500 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bapanas bersama Perum Bulog terus menjalankan berbagai program intervensi, termasuk bantuan pangan dan penyediaan beras bersubsidi.
Tahun ini, bantuan pangan akan disalurkan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Maret mendatang. Total anggaran yang disiapkan untuk program bantuan beras dan minyak goreng mencapai Rp11,92 triliun.
Lima provinsi dengan penerima bantuan terbesar yakni Jawa Barat (6.093.530 penerima), Jawa Timur (5.638.478), Jawa Tengah (5.071.126), Sumatera Utara (1.756.846), dan Banten (1.298.597).
Jumlah penerima di wilayah timur Indonesia juga meningkat, antara lain Maluku menjadi 266.500 penerima dan Maluku Utara 112.428 penerima. Sejumlah provinsi di Papua juga mengalami penambahan signifikan penerima bantuan.
Selain itu, Bapanas memastikan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tetap berjalan sepanjang 2026. Program subsidi harga beras tersebut disiapkan dengan anggaran Rp4,97 triliun atau setara subsidi untuk 828 ribu ton beras.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak boleh ada pihak yang memicu anomali harga selama Ramadan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga pekan ketiga Februari 2026 terdapat 23 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Namun hanya tujuh provinsi yang mencatat kenaikan di atas 2 persen, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Barat.
DMS/AC










