Kupang, DMS – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menelusuri dugaan keracunan yang dialami 111 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (21/7/2025).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih mengecek secara rinci penyebab kejadian tersebut.
“Sedang dicek detail penyebabnya,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Rabu (23/7/2025).
Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Th. Roslin S. Lana menjelaskan bahwa ratusan siswa dari kelas VII hingga IX mengalami sakit perut setelah menyantap menu MBG yang disediakan sekolah.
“Total ada 111 siswa yang terdampak. Mereka kini dirawat di RSUD SK Lerik, Rumah Sakit Siloam, dan Rumah Sakit Mamami,” jelas Roslin, Selasa (22/7/2025).
Menurut Roslin, program MBG di sekolah tersebut telah berjalan sejak 21 Februari 2025.
“Program MBG sudah berjalan sejak Februari. Untuk kemarin, para siswa sudah makan. Tapi hari ini belum ada distribusi makanan,” katanya.
Peristiwa ini menambah deretan kasus dugaan keracunan yang terkait program MBG di sejumlah daerah. Mei lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat 17 kasus keracunan dan 8 kasus nonkeracunan di 10 provinsi.
“Berdasarkan pemantauan kami terhadap program MBG, terdapat 17 kasus keracunan,” ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu (21/5/2025).
Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak usia sekolah di seluruh Indonesia.DMS/KC











