Cilacap (DMS) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian II Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini masih berada dalam periode musim hujan.
“Memasuki Dasarian II Februari 2026 (11–20 Februari), seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada musim hujan. Beberapa daerah masuk kategori siaga curah hujan tinggi dengan potensi 200–300 milimeter per dasarian,” ujarnya di Cilacap, Kamis.
Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi secara bertahap pada 11–13 Februari, 14–16 Februari, serta 17–20 Februari 2026 di berbagai wilayah.
Daerah yang berstatus siaga meliputi Kota Tegal serta Kabupaten Tegal, Jepara, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian. Daerah tersebut antara lain Kota Semarang, Salatiga, Surakarta, Pekalongan, Magelang, serta Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Kendal, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Meski fenomena iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, Teguh menjelaskan dinamika atmosfer regional masih mendukung pembentukan awan hujan signifikan di Jawa Tengah.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah perbukitan, daerah aliran sungai, serta kawasan dengan sistem drainase kurang optimal.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air, serta rutin memantau informasi resmi BMKG guna melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Selain hujan deras, BMKG juga memprakirakan gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah pada 11–13 Februari 2026. Nelayan dan pengguna jasa kelautan diminta berhati-hati terhadap potensi gelombang tersebut.
BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini.











