Jakarta (DMS) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan para korban saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
“Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung ketika aktivitas vulkanik meningkat.
Menurut Abdul Muhari, erupsi Gunung Dukono terjadi pada pukul 07.41 WIT. Dampak aktivitas vulkanik tersebut terpantau hingga wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya.
“Erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya,” ujarnya.
Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II atau waspada diketahui mengalami peningkatan aktivitas visual maupun kegempaan sejak 29 Maret 2026. Dalam periode tersebut tercatat rata-rata terjadi sekitar 95 kali erupsi.
Hingga Jumat siang, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara masih terus melakukan pendataan terhadap kondisi masyarakat dan para pendaki di sekitar kawasan terdampak erupsi.
“Tim SAR gabungan juga terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik,” kata Abdul Muhari.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu. Petugas juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pos Pantau Gunung Dukono, SAR, tim medis, TNI/Polri hingga masyarakat setempat.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko terhadap keselamatan wisatawan maupun warga di sekitar gunung.
DMS/AC











