Jakarta (DMS) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning merupakan langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita ideal pendidikan nasional dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam naskah pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya, dan perbaikan pendidikan harus dimulai dari proses pembelajaran di ruang kelas.
“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan menjadi instrumen utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia agar mampu membawa bangsa menjadi negara maju, makmur, dan bermartabat.
Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai salah satu program prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dan mencapai tujuan pendidikan Indonesia.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen telah menetapkan lima kebijakan strategis utama, yaitu:
- Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran
- Peningkatan kompetensi guru
- Penguatan karakter warga sekolah
- Peningkatan literasi dan numerasi murid
- Perluasan akses pendidikan
Pada kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga menjelaskan kembali filosofi logo Hardiknas tahun ini yang menggambarkan semangat transformasi pendidikan nasional melalui berbagai program prioritas Kemendikdasmen.
Ia menyebut, siluet manusia yang bergerak dinamis dalam logo tersebut mencerminkan semangat seluruh elemen bangsa untuk berperan aktif dalam mendukung visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
“Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan dominasi warna biru pada logo Hardiknas melambangkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, dan masa depan yang cerah.
Sementara garis lengkung yang mengitari logo menggambarkan gerak maju, perlindungan, serta kesinambungan dalam pembangunan pendidikan nasional.
DMS/AC











