Ambon, Maluku (DMS) – Proses pembersihan sisa batang dan ranting pohon hasil pemangkasan serta penebangan di ruas Jalan Nona Saar Sopacua hingga Jalan J.B. Sitanala, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mengalami kendala akibat keterbatasan anggaran dan tenaga kerja.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah batang pohon masih terlihat menumpuk di beberapa titik bahu jalan maupun trotoar sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Pemerintah Kota Ambon melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterlambatan proses pembersihan tersebut.
“Anggaran yang terbatas serta minimnya tenaga kerja menjadi kendala utama dalam proses pengangkutan sisa pohon hasil penebangan maupun pemangkasan,” ujar Apries saat diwawancarai, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, penataan dan penebangan pohon yang dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertujuan mengantisipasi potensi kecelakaan akibat pohon tumbang sekaligus menata kawasan kota agar lebih aman dan tertib.
Ia menjelaskan, sekitar 100 pohon di sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon telah masuk dalam agenda pemangkasan dan penebangan yang dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Masyarakat diharapkan dapat bersabar karena seluruh sisa batang pohon yang masih menutupi badan jalan maupun trotoar tetap akan dibersihkan hingga tuntas,” katanya.
Pemangkasan pohon di kawasan tersebut merupakan langkah antisipasi Pemerintah Kota Ambon terhadap potensi bencana pohon tumbang saat cuaca ekstrem. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
DMS











