Tanimbar, KKT (DMS) – Ruas jalan lapen di Desa Wermatang, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dilaporkan mengalami kerusakan parah dan semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Warga mendesak Bupati Kepulauan Tanimbar dan DPRD KKT agar segera fokus pada perbaikan jalan yang menjadi akses utama menuju pusat desa, kota, hingga kawasan perkebunan rakyat.
Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama itu berdampak serius terhadap mobilitas masyarakat, terutama para petani yang harus melewati jalur tersebut setiap hari. Kondisi ini juga dinilai menghambat roda perekonomian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Abimelek Lorwei, warga Desa Wertamrian, ketika ditemui wartawan DMS Media, secara tegas menyampaikan keresahan masyarakat.
“Kami sudah sangat terganggu dengan kondisi jalan ini. Setiap hari harus melewati kerusakan yang semakin parah, dan ini jelas mempengaruhi perekonomian kami sebagai petani,” ujarnya.
Menurut Lorwei, jalan lapen yang dulunya beraspal kini berubah menjadi “jalur rusak berat”. Ia menegaskan bahwa pejabat daerah sudah berulang kali melintasi jalan tersebut, tetapi belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun Pemerintah Provinsi Maluku.
“Pejabat sering lewat, tapi sampai sekarang belum ada perhatian serius. Kami merasa seperti diabaikan,” tambahnya.
Lorwei juga menyinggung keberadaan PT Karya Jaya Berdikari (KJB) yang telah beroperasi puluhan tahun di kawasan hutan Desa Wermatang. Menurut dia, keberadaan perusahaan tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi pembangunan desa.
“Kalaupun ada CSR yang diberikan untuk tiga desa, itu tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan dari hasil operasi perusahaan selama ini,” tuturnya.
Atas dasar itu, ia mewakili masyarakat mendesak agar perusahaan ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami minta perusahaan juga ikut bertanggung jawab. Jalan ini kebutuhan utama warga,” tegas Lorwei.
Warga menyebutkan terdapat sekitar 3 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan terparah. Tak jarang pengguna jalan menjadi korban kecelakaan lalu lintas akibat kondisi yang membahayakan.
Sebagai petani lokal, Lorwei kembali menegaskan harapan besar masyarakat kepada pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.
“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian Desa Wermatang dan desa-desa sekitar. Kami minta pemerintah segera bertindak,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar akses jalan kembali normal dan tidak lagi menjadi hambatan bagi aktivitas masyarakat maupun keselamatan publik.DMS











