Jakarta (DMS) – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Aipda Yudhi Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penggerebekan terduga bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Pemberian kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi Polri atas pengabdian dan pengorbanan almarhum yang meninggal dunia ketika melaksanakan tugas penegakan hukum.
“Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa,” kata Sigit dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Kapolri juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum atas kehilangan yang dialami.
“Mewakili institusi, saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya, dan juga kepada seluruh keluarga besar almarhum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sigit menegaskan komitmen Polri untuk terus memerangi peredaran narkotika. Ia meminta seluruh jajaran kepolisian di berbagai daerah meningkatkan upaya pemberantasan narkoba yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda.
Kapolri juga menginstruksikan personel di lapangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap bandar narkoba yang melakukan perlawanan saat proses penegakan hukum, terutama apabila tindakan tersebut membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
“Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama,” kata Sigit.
Sebelumnya, seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, dilaporkan gugur saat mengikuti operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7). Dalam peristiwa tersebut, dua personel kepolisian lainnya juga dilaporkan belum ditemukan.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menjelaskan bahwa operasi bermula dari penggerebekan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika. Petugas saat itu berhasil mengamankan seorang terduga pelaku.
Namun situasi di lapangan berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam terhadap petugas yang tengah menjalankan proses penangkapan.
Menurut Dodik, perlawanan tersebut memicu kedatangan warga lain ke lokasi kejadian sehingga situasi semakin tidak terkendali. Dalam kondisi tersebut, personel kepolisian berupaya mengamankan diri sekaligus mengendalikan keadaan.
Akibat insiden itu, Aipda Yudhi gugur saat menjalankan tugas. Sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian serta aliran sungai di wilayah tersebut.
“Saat ini kami masih memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya,” kata Dodik.











