Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah mencatat adanya penurunan jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, M. Jali Talaohu, dalam keterangannya kepada tim DMS Media Group beberapa waktu lalu.
“Pada tahun 2024 kami mencatat 111 kasus HIV, sedangkan di tahun 2025 jumlahnya turun menjadi 93 kasus. Ini menunjukkan adanya tren penurunan yang cukup signifikan, meski kita tetap harus waspada,” ujar Talaohu.
Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pencegahan dan pengendalian yang terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan bersama para pemangku kepentingan di daerah.
“Kami terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, memperluas jangkauan tes HIV, serta meningkatkan kualitas layanan bagi orang dengan HIV. Upaya ini tidak bisa berhenti, karena pencegahan harus dilakukan secara konsisten,” tambahnya.
Talaohu menjelaskan bahwa kasus HIV yang tercatat pada tahun 2025 tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Kota Masohi, Kecamatan TNS (Teon Nila Serua), Kecamatan Saparua, Kecamatan Amahai, dan Kecamatan Tehoru. Wilayah-wilayah tersebut kini menjadi fokus perhatian Dinas Kesehatan dalam program pengendalian HIV/AIDS.
“Wilayah dengan kasus yang masih cukup tinggi akan menjadi prioritas kami, baik dari sisi sosialisasi, skrining, maupun pendampingan pengobatan. Kami ingin memastikan layanan mudah diakses dan tidak ada stigma bagi masyarakat yang ingin memeriksakan diri,” jelasnya.
Meski mengalami penurunan, Talaohu menegaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius dan memerlukan perhatian berkelanjutan dari semua pihak.
“HIV bukan hanya urusan tenaga kesehatan. Ini tanggung jawab bersama. Tanpa dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan generasi muda, upaya pencegahan tidak akan maksimal,” tegas Talaohu.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat serta lembaga pendidikan untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran HIV melalui pendekatan berbasis komunitas.
“Edukasi sejak dini sangat penting, terutama kepada remaja dan generasi muda, agar mereka memahami cara penularan HIV dan bagaimana melindungi diri. Pendekatan yang tepat akan membantu menekan angka kasus baru,” katanya.
Dengan adanya tren penurunan kasus ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap ke depan angka HIV dapat terus ditekan secara signifikan.
“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut. Pemerintah daerah akan tetap memprioritaskan penguatan layanan kesehatan, peningkatan edukasi publik, serta kerja sama lintas sektor demi mewujudkan masyarakat Maluku Tengah yang lebih sehat dan terbebas dari ancaman HIV/AIDS,” tutup Talaohu.DMS











