Ambon, Maluku (DMS) – Dua unit mobil bekas kecelakaan yang terbakar dan kini hanya menyisakan kerangka dibiarkan terbengkalai di tepi Jalan Galala dan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas usaha serta kelancaran arus lalu lintas di kedua lokasi tersebut.
Salah satu warga terdampak, Adri, pemilik usaha yang berada tepat di depan lokasi kerangka mobil di kawasan Galala, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Saat ditemui pada Selasa (10/01/2026), ia mengatakan bangkai kendaraan itu sudah lebih dari sepekan belum dipindahkan.
“Sudah lebih dari seminggu kerangka mobil itu dibiarkan di situ. Pelanggan jadi tidak nyaman, bahkan ada yang enggan singgah karena pemandangannya mengganggu,” ujar Adri.
Adri mengungkapkan, tempat usahanya juga sempat terdampak akibat kebakaran mobil tersebut. Ia terpaksa menutup usahanya selama beberapa hari, namun hingga kini belum ada pihak yang memberikan ganti rugi.
“Waktu kejadian kebakaran, saya terpaksa tutup usaha beberapa hari. Sampai sekarang belum ada kejelasan soal ganti rugi atau tanggung jawab dari pihak mana pun,” tambahnya.
Ia berharap pihak berwenang segera memindahkan kerangka kendaraan tersebut karena dinilai mengganggu kenyamanan pelanggan yang datang ke tempat usahanya.
“Kami cuma minta segera dibersihkan. Jangan dibiarkan terlalu lama karena ini jalan umum dan dekat dengan tempat usaha warga,” harap Adri.
Keluhan serupa juga datang dari para pengguna jalan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Batu Merah. Kerangka mobil terbakar yang masih berada di tepian jalan disebut mempersempit badan jalan dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang pengendara, Rahmat, mengaku arus lalu lintas kerap tersendat karena kendaraan harus bergantian melewati ruas jalan yang sebagian tertutup bangkai mobil tersebut.
“Kalau jam sibuk, kendaraan jadi harus antre karena jalannya menyempit. Itu sangat mengganggu dan berbahaya juga kalau malam hari,” kata Rahmat.
Warga menyebut kerangka kendaraan itu sudah hampir dua minggu belum juga dievakuasi.
“Sudah lama sekali dibiarkan. Kami khawatir bisa menimbulkan kecelakaan baru kalau tidak segera dipindahkan,” ujar pengendara lainnya.
Masyarakat pun meminta instansi terkait segera mengambil tindakan untuk membersihkan sisa kendaraan terbakar tersebut demi keselamatan dan kelancaran aktivitas di kedua jalur utama itu.DMS











