Masohi, Malteng (DMS) – Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa, menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada pengurus Masjid Ar Rahman, Negeri Soahuku, Kecamatan Amahai, Jumat (6/6). Hewan kurban tersebut diterima langsung oleh perwakilan pengurus masjid setempat.
Penyerahan hewan kurban tersebut dilakukan bersama istri tercinta dan disambut antusias oleh pengurus masjid serta warga sekitar. Momen itu menjadi simbol semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam perayaan Idul Adha 1446 Hijriah.
Dalam keterangannya, Haurissa sebagai anak Negeri Soahuku, dirinya merasa terpanggil untuk berbagi, kepada sesama saudara denga harapan masyarakat juga bisa merasakan kebahagiaan dan keberkahan di hari raya ini.
Haurissa berharap tradisi hHadrat melibatkan dua komunitas Islam- Kriten menjadi momentum semakin menguatkan tali persaudaran antar hidup bersaudara. Momentum seperti ini katanya harus terus dipelihara tidak dalam pergaulan dan hidup setiap hari.
Sementara itu, Hery Men bersama istri dan sejumlah tokoh,berbau dalam lautan ratusan warga yang turut memadati kegiatan tradisi budaya hadrat,sebelum penyembelihan hewan kurban. Tradisi ini turut dimeriahkan oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Amahai Soahuku.
Dalam suasana penuh toleransi, umat Muslim dan Kristen berjalan bergandengan sambil melantunkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hadrat dimulai dengan penjemputan para tokoh adat, termasuk Raja Negeri Soahuku dan tokoh pemuda, sebelum mengelilingi pusat negeri.
Salah satu tokoh masyarakat, Amin Wattimena mengapresiasi, keterlibatan AMGPM dalam tradisi hadrat setiap Idul Adha merupakan bentuk toleransi yang telah lama terjalin di Negeri Soahuku.
Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk kekayaan budaya sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama.
Wattimena menyampaikan terima kasih atas perhatian Ketua DPRD beserta keluarga terhadap masyarakat Soahuku.
Ia menyebutkan, daging kurban akan dibagikan kepada warga yang berhak di wilayah Negeri Soahuku dan sekitarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh, antara lain Raja Amahai Fredrik Halatu, Raja Soahuku, serta staf dan anggota Saniri Negeri, tokoh agama dan tokoh pemuda. Warga dari negeri-negeri tetangga pun turut hadir menyaksikan tradisi yang sudah menjadi warisan turun-temurun ini.DMS











