Kahramanmaras (DMS) — Insiden penembakan di sebuah sekolah menengah di Kahramanmaras, Turki, menewaskan sembilan orang dan melukai 13 lainnya. Dari jumlah korban luka, enam orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis, menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci.
Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu waktu setempat dengan motif yang hingga kini masih belum diketahui.
Pelaku diketahui membawa senjata api di dalam ranselnya. Setelah memasuki area sekolah, ia menembak secara membabi buta ke dua ruang kelas. Akibat serangan tersebut, sejumlah korban mengalami luka serius dan masih menjalani operasi intensif di rumah sakit.
Unluer menyebutkan bahwa terduga pelaku turut tewas dalam kejadian itu. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelaku mengakhiri hidupnya sendiri atau meninggal akibat situasi kacau saat penanganan insiden berlangsung.
Dari hasil penyelidikan awal, senjata yang digunakan diduga merupakan milik ayah pelaku, yang diketahui merupakan mantan anggota kepolisian. Pelaku juga dilaporkan datang ke sekolah dengan membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin.
Kepala Jaksa Kahramanmaras, Ramazan Murat Tiryaki, menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung dengan melibatkan tiga wakil kepala jaksa dan empat jaksa. Tim penyidik masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut.
Menteri Kehakiman Akin Gurlek melalui platform media sosial NSosyal menegaskan bahwa kepala jaksa bersama timnya terus melakukan penyelidikan intensif di tempat kejadian perkara.
Menanggapi peristiwa ini, Menteri Pendidikan Yusuf Tekin bersama sejumlah pejabat terkait langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Turki Burhanettin Duran menyampaikan melalui platform X bahwa seluruh aspek insiden tengah diselidiki secara menyeluruh oleh pihak berwenang, dengan berbagai langkah penanganan telah diambil.
Duran juga mengimbau media, baik konvensional maupun digital, untuk berhati-hati dalam penggunaan bahasa pemberitaan, mengingat insiden ini melibatkan anak di bawah umur dan berdampak pada keluarga korban.
Untuk menjaga integritas proses penyelidikan, pembatasan peliputan media diberlakukan. Perusahaan media diminta mematuhi ketentuan kerahasiaan, dengan jaminan bahwa informasi terbaru akan disampaikan secara berkala oleh otoritas terkait.
Sebagai dampak dari kejadian tersebut, kegiatan belajar-mengajar di Kahramanmaras dihentikan sementara selama dua hari.
Di sisi lain, Kementerian Kehakiman Turki menyatakan telah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung kekerasan, membenarkan tindakan pelaku, menyebarkan kepanikan, maupun menyebarkan informasi menyesatkan melalui media sosial.
Kementerian juga memastikan bahwa aktivitas digital pascakejadian terus dipantau secara ketat oleh aparat di seluruh 81 provinsi di Turki, dengan koordinasi bersama 171 pengadilan pidana. Operasi penegakan hukum akan mencakup penangkapan dan penggeledahan terhadap individu yang diduga menyebarkan konten bermuatan kriminal di platform digital.
DMS/AC











