Wertanrian, Kepulauan Tanimbar (DMS) -Tiga warga meninggal dunia dan tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat ledakan sisa amunisi jenis GL 40 di Desa Atubul Dol, Kecamatan Wertanrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Korban meninggal dunia masing-masing bernama Ravel Romrome, Eduardus Romrome, dan Tia Batmyanik. Sementara itu, tiga korban luka yang saat ini dirawat di RS PP Magreti adalah Apolonia Batlateri, Revael Raja Romrome, dan Revael Rean Romrome.
Peristiwa nahas tersebut terjadi setelah warga menemukan benda asing yang diduga sisa amunisi GL 40 di kawasan latihan militer di Saumlaki. Benda tersebut kemudian dibawa pulang sebelum akhirnya meledak dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.
Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi momentum evaluasi bersama antara TNI dan warga terkait keamanan lokasi latihan militer.
Komandan Brigade 27/Nusa Ina, Sri Widodo, dalam keterangannya di Vila Bukit Indah menyampaikan bahwa TNI memandang kejadian ini sebagai tanggung jawab moral institusi, mengingat para korban merupakan bagian dari masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan TNI.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini menjadi tanggung jawab moral kami karena masyarakat dan TNI hidup berdampingan,” ujar Sri Widodo.
Sebagai bentuk kepedulian, TNI telah mengambil langkah cepat dengan mengunjungi rumah para korban untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang layak, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan dan pembiayaan. Selain itu, TNI juga membantu proses pemakaman korban meninggal serta berkomitmen mendampingi keluarga terdampak.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik dan keluarga yang ditinggalkan akan terus kami dampingi,” tambahnya.
Di sisi lain, TNI juga akan melakukan evaluasi terhadap pengamanan lokasi latihan. Pihak Brigade mengakui bahwa proses pembersihan area pascalatihan belum sepenuhnya rampung, sehingga masih terdapat serpihan material berbahaya yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan pembersihan area latihan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak memasuki wilayah latihan sebelum ada pernyataan resmi bahwa lokasi telah benar-benar aman, sebagai langkah pencegahan demi melindungi keselamatan bersama.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas, kami minta warga tidak mendekati area latihan sebelum dinyatakan aman,” pungkasnya.
DMS











