Ambon, Maluku (DMS) – Menjelang tahun 2026, harapan masyarakat Kota Ambon terhadap masa depan daerahnya semakin menguat. Warga menilai tahun 2026 harus menjadi momentum penting bagi perubahan nyata, tidak hanya bagi Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga bagi Provinsi Maluku secara keseluruhan. Berbagai tanggapan, kritik, dan harapan disampaikan masyarakat terkait pembangunan, pelayanan publik, ekonomi, hingga kesejahteraan sosial.
Sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi di Maluku, Kota Ambon diharapkan mampu tampil lebih tertata, maju, dan inklusif. Masyarakat menilai tantangan yang dihadapi Ambon selama ini, mulai dari infrastruktur, pengelolaan kota, hingga pengangguran, harus dijawab dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
Hasan, salah satu warga Ambon, berharap pada 2026 wajah kota ini akan semakin tertib dan nyaman.
“Kami berharap Ambon ke depan lebih tertata. Pasar ditata dengan baik, sampah dikelola maksimal, drainase lancar, dan jalan-jalan diperbaiki supaya masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Menurut Hasan, banyak warga menginginkan Ambon tampil sebagai kota yang bersih, aman, dan ramah bagi pejalan kaki. Ia juga menilai kemacetan dan banjir di sejumlah titik masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Pemerintah jangan hanya fokus proyek jangka pendek. Harus ada perencanaan kota yang jelas dan berorientasi jangka panjang,” tambahnya.
Selain infrastruktur, kualitas pelayanan publik juga menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap pada 2026 pelayanan administrasi, kesehatan, dan pendidikan di Kota Ambon semakin cepat, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Pelayanan di kantor-kantor pemerintahan masih sering lambat dan berbelit. Kami ingin ada perubahan nyata, pemanfaatan teknologi, dan aparatur yang benar-benar melayani,” ungkap salah satu warga lainnya.
Di bidang ekonomi, masyarakat Ambon menaruh harapan besar pada terbukanya lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda. Tingginya angka pengangguran dan keterbatasan peluang kerja menjadi keresahan yang terus disuarakan warga.
Sementara itu, Hamid, seorang pengojek yang biasa mangkal di depan Ambon Plaza (Aplaz), menuturkan harapannya terkait kondisi lalu lintas dan infrastruktur jalan.
“Kami sebagai pengojek berharap jalan-jalan diperbaiki dan kemacetan bisa dikurangi, karena di beberapa ruas sering macet panjang dan sangat mengganggu aktivitas,” katanya.
Hamid juga berharap pemimpin daerah, baik wali kota maupun gubernur, mampu membawa perubahan nyata bagi Ambon dan Maluku.
“Kami ingin pemimpin yang benar-benar kerja, jujur, dan membawa Ambon serta Maluku ke arah yang lebih maju di semua sektor pembangunan,” tegasnya.
Beberapa warga lainnya juga berharap pemerintah kota dan provinsi mampu mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata dan perikanan yang menjadi potensi utama Maluku. Ambon dinilai memiliki modal besar dari sisi budaya, musik, dan keindahan alam yang belum dikelola secara optimal.
Tidak hanya Ambon, masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap Provinsi Maluku di tahun 2026. Warga menginginkan pembangunan yang lebih merata antarwilayah, terutama bagi daerah-daerah kepulauan yang selama ini masih tertinggal dari sisi infrastruktur dan akses layanan dasar.
“Transportasi laut, konektivitas antar pulau, dan distribusi barang harus menjadi perhatian serius. Maluku jangan lagi dipandang sebagai daerah pinggiran,” ujar seorang warga saat diwawancarai.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas layanan hingga ke daerah terpencil. Fasilitas sekolah, tenaga pendidik, serta tenaga kesehatan yang merata di seluruh Maluku menjadi harapan utama warga.
Generasi muda Maluku juga diharapkan mendapat perhatian lebih melalui pelatihan keterampilan, akses pendidikan tinggi, serta peluang kerja yang memadai agar tidak terus meninggalkan daerah.
Masyarakat Ambon dan Maluku menegaskan bahwa keberhasilan di tahun 2026 sangat bergantung pada komitmen dan integritas para pemimpin daerah. Warga berharap hadirnya pemimpin yang amanah, jujur, dan mau mendengar suara rakyat, bukan hanya muncul saat momentum politik.
Tahun 2026 dipandang sebagai babak baru bagi Kota Ambon dan Provinsi Maluku. Harapan akan perubahan, kemajuan, dan keadilan sosial terus digaungkan. Masyarakat percaya, dengan perencanaan matang, kepemimpinan yang kuat, serta partisipasi aktif warga, Ambon dan Maluku dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik, sejahtera, dan bermartabat.DMS











