Ambon, Maluku (DMS) – Setelah hampir dua dekade vakum, Persekutuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pulau Buru (IKAPPEMA) Ambon kembali menggelar Ibadah Natal bersama. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025, di Gereja Bait Eden, Kudamati, Kota Ambon.
Ibadah Natal IKAPPEMA Ambon tahun ini mengusung tema “Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” dan dipimpin oleh Pendeta Daniel Watimanela. Dalam refleksi Natalnya, Pdt. Daniel mengutip Injil Matius pasal 1 ayat 17 serta Roma pasal 8 ayat 28–30.
“Silsilah Yesus dalam Injil Matius menegaskan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan, keturunan Daud yang dinantikan umat Allah,” ujar Pdt. Daniel. Ia menambahkan, Roma 8:28–30 menekankan bahwa “Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan dipanggil sesuai dengan rencana-Nya.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Buru Selatan, Erwin Selsily. Dalam sambutannya, Erwin mengaku bersukacita atas terselenggaranya kembali Natal bersama IKAPPEMA Ambon setelah hampir 20 tahun tidak dilaksanakan.
“Saya merasa sangat bahagia karena Natal bersama keluarga besar IKAPPEMA Ambon akhirnya bisa digelar kembali setelah hampir dua dekade vakum,” kata Erwin. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga melahirkan ide dan semangat bersama untuk membangun Pulau Buru ke depan,” harapnya.
Sementara itu, Pj Ketua IKAPPEMA Ambon, Edison Hukunala, mengatakan bahwa Natal merupakan momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
“Natal adalah momen penyatuan keluarga dan persaudaraan, serta mempererat hubungan kakak dan adik agar tetap berpegang teguh pada firman Tuhan,” ujarnya. Menurut Edison, makna Natal bagi masyarakat Buru sejalan dengan nilai budaya lokal, yakni hidup dalam kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.
Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Buru di Ambon, Butje Solissa, menilai dihidupkannya kembali IKAPPEMA setelah hampir dua dekade vakum sebagai momentum strategis bagi generasi muda.
“Ini adalah saat yang tepat untuk menyatukan visi dan misi pemuda Buru dalam membangun daerah ke arah yang lebih maju dan berkembang di berbagai bidang,” ungkap Butje. Ia juga berpesan agar pemuda Buru mampu menjadi terang bagi sesama. “Jadikan setiap tantangan dan hambatan sebagai peluang untuk kemajuan bersama,” tutupnya.DMS











