Semarang (DMS) — Warga Perumahan Tlogosari, Kota Semarang, menggelar pawai bajaj hias pada Jumat malam untuk memeriahkan malam takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang rutin digelar warga setempat.
Arak-arakan kendaraan roda tiga tersebut diikuti oleh anak-anak dan remaja yang berkeliling sejauh kurang lebih lima kilometer. Pawai berlangsung meriah dengan iringan sepeda motor serta lantunan takbir yang menggema sepanjang rute perjalanan.
Ketua Panitia Malam Takbiran Masjid Al Ikhlas Semarang, Arianto Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan pawai merupakan agenda rutin setiap tahun. Namun, pada perayaan kali ini, panitia menghadirkan konsep berbeda dengan menggunakan bajaj sebagai sarana utama arak-arakan.
“Biasanya kami menggunakan kereta odong-odong, tetapi tahun ini mencoba konsep baru dengan bajaj,” ujar Arianto.
Ia menambahkan, pemilihan bajaj juga didasari tren kendaraan tersebut yang tengah populer di Kota Semarang. Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk menghadirkan suasana takbiran yang lebih unik dan menarik.
Sebanyak 25 unit bajaj turut ambil bagian dalam pawai. Kendaraan tersebut dihias dengan kembang manggar berwarna-warni serta berbagai ornamen khas Lebaran, sehingga menambah semarak suasana.
Peserta pawai berasal dari lingkungan RW 14, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Selain anak-anak dan remaja, kegiatan ini juga diikuti oleh ibu-ibu yang antusias turut meramaikan arak-arakan dengan berkeliling kawasan perumahan.
Arianto mengaku bersyukur atas tingginya partisipasi warga dalam kegiatan tersebut. Ia berharap perayaan malam takbiran di tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan konsep yang semakin inovatif.
“Alhamdulillah tahun ini sangat meriah. Semoga ke depan bisa lebih semarak lagi dengan konsep yang baru,” katanya.
Adapun rute pawai dimulai dari Masjid Al Ikhlas Kawung, melintasi Bundaran Tlogosari, Jalan Woltermonginsidi, Jalan Kyai Syakir, Jalan Syuhada, Jalan Nogososro, dan kembali berakhir di titik awal.
Salah satu peserta, Efan (10), mengaku senang dapat mengikuti pawai takbiran dengan menaiki bajaj bersama teman-temannya.
“Senang sekali bisa naik bajaj. Tahun lalu naik odong-odong, sekarang lebih seru,” ujarnya.
Sepanjang perjalanan, rombongan pawai bajaj juga berpapasan dengan arak-arakan dari wilayah lain yang menggunakan berbagai kendaraan hias seperti odong-odong, mobil, becak, hingga peserta yang berjalan kaki, menambah kemeriahan malam takbiran di Kota Semarang.
DMS/AC











