Namlea, Pulau Buru (DMS) – Pemilik lahan Batu Merah Wael menggelar ritual adat di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penegasan atas kepemilikan lahan seluas kurang lebih 30 hektare yang diklaim sebagai warisan turun-temurun keluarga adat.
Ritual adat yang berlangsung di tengah area pertambangan emas tersebut tidak hanya menjadi seremoni biasa, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial bagi masyarakat adat setempat. Ritual itu mencerminkan hubungan erat antara masyarakat adat dengan tanah leluhur yang diyakini harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya.
Salah satu pemilik lahan Batu Merah Wael menjelaskan bahwa tradisi adat di Pulau Buru merupakan rangkaian ritual sakral yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Ritual adat ini bukan hanya ungkapan syukur, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur dan penegasan identitas kami sebagai pemilik wilayah adat,” ujarnya.
Menurutnya, ritual tersebut bertujuan memohon restu leluhur, menjaga harmoni alam, serta mempererat hubungan kekeluargaan di antara komunitas adat.
Ia menegaskan bahwa ritual adat tersebut menjadi simbol pengesahan wilayah petuanan yang telah diwariskan lintas generasi kepada keluarga atau suku pemilik hak ulayat di kawasan Gunung Botak.
Dalam prosesi adat itu, doa-doa dipimpin oleh pemuka adat sebagai bentuk permohonan berkah dan keselamatan bagi masyarakat serta para pekerja di kawasan pertambangan.
“Setiap pembukaan lahan maupun aktivitas penambangan harus diawali doa adat agar semua berjalan baik dan tetap menjaga keseimbangan alam,” katanya.
Ritual tersebut dilakukan sebelum aktivitas pembukaan lahan maupun penambangan berlangsung, dengan harapan sumber daya alam yang dikelola dapat memberikan kesejahteraan tanpa mengabaikan keselamatan para pekerja.
Di tengah dinamika aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Botak, ritual adat ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal tetap memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai budaya yang telah hidup sejak lama di Pulau Buru.
DMS











