Hatusua, SBB (DMS) – Petani Desa Hatusua, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menunjukkan kemajuan signifikan di sektor pertanian. Program pertanian yang digagas oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Mansur Tuharea, kini mulai membuahkan hasil dan sejumlah komoditas telah memasuki masa panen.
Tanaman yang saat ini dibudidayakan meliputi ketimun, jagung, dan kacang panjang. Beberapa komoditas telah dipanen beberapa waktu lalu, sementara sebagian lainnya diperkirakan siap panen dalam beberapa minggu ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mansur Tuharea mengunjungi lokasi pertanian bersama istri, didampingi rekan-rekan media serta sejumlah tokoh masyarakat SBB. Hasil panen dinilai cukup baik dan langsung dijual kepada pembeli di lokasi.
Dalam wawancara, Mansur Tuharea mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat untuk lebih serius memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.
“Lahan yang ada jangan dibiarkan kosong. Kalau dikelola dengan baik, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat,” ujar Mansur Tuharea.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Selain meningkatkan ekonomi keluarga, pertanian juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan menekan laju inflasi yang saat ini mulai dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, Geral Wakano. Ia menilai upaya pertanian yang dilakukan di Desa Hatusua merupakan langkah positif dan strategis.
“Apa yang dilakukan petani Hatusua patut diapresiasi. Ini contoh nyata bagaimana pertanian lokal bisa membantu menekan inflasi dan mendorong terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Seram Bagian Barat,” ungkap Geral.
Ia berharap usaha pertanian tersebut mendapat dukungan berkelanjutan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh warga SBB.DMS











