Dobo, Kepulauan Aru (DMS) – Polres Kepulauan Aru menggelar sosialisasi migrasi aman dan risiko penyelundupan orang bagi nelayan dan masyarakat pesisir di lantai II Gedung BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru. Kegiatan ini bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) dan mengusung tema “Aku Nelayan, Melaut Aman, dan Taat Aturan.”
Sosialisasi tersebut dihadiri Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert P. Sihite, perwakilan IOM, Divhubinter Polri, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Aru Benyamin Batmomolin, serta para nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat.
Kapolres Albert P. Sihite menegaskan bahwa wilayah Kepulauan Aru yang didominasi perairan memiliki kerentanan terhadap aktivitas ilegal, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan pelanggaran keimigrasian. “Wilayah perairan kita sangat terbuka, sehingga rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang melakukan aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan orang. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi di wilayah tersebut dan menjadi perhatian serius aparat.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Aru, Benyamin Batmomolin, menyampaikan bahwa ancaman di wilayah pesisir tidak hanya sebatas penangkapan ikan ilegal, tetapi juga praktik penyelundupan orang yang kerap memanfaatkan jalur laut. “Minimnya pengawasan di wilayah pesisir sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk merekrut warga dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri,” katanya.
Batmomolin juga mengingatkan potensi masuknya kepentingan asing melalui berbagai celah, baik ekonomi, administrasi, maupun hubungan sosial di masyarakat. “Kita harus waspada terhadap berbagai bentuk infiltrasi kepentingan asing yang bisa masuk melalui celah-celah tersebut,” tegasnya. Ia menilai kewaspadaan kolektif sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Ia berharap sosialisasi ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat, baik secara individu maupun kolektif, di tengah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan terjadinya berbagai bentuk kejahatan. “Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh tawaran yang tidak jelas,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari IOM dan Divhubinter Polri yang memberikan pemahaman terkait mekanisme migrasi aman, pola penyelundupan orang, serta konsekuensi hukum dari pelanggaran keimigrasian. “Nelayan diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah perairan Kepulauan Aru,” ujar salah satu narasumber.
Diharapkan, para nelayan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah perairan Kepulauan Aru.
DMS











