Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Untuk pertama kalinya, Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah membuka rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SMP dengan menyasar lima kecamatan, yakni Tehoru, Amahai, Kota Masohi, TNS, dan Elpaputih.
Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Wailissa, menjelaskan proses rekrutmen ini berlangsung berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Sosial. “Rekrutmen Sekolah Rakyat ini mengacu pada juknis dari Kementerian Sosial. Kami berharap program ini dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan,” ungkap Ruslan kepada Tim DMS Media Group di Masohi, Senin (15/9/2025).
Saat ini untuk Sekolah Rakyat pihaknya merekrut pertama sebanyak 89 siswa, namun ada 6 siswa menyatakan mundur. Sesuai ketersediaan ruang belajar, bangunan Sekolah Rakyat sementara hanya diperuntukkan bagi 75 siswa.
Selain itu, terdapat cadangan 10 persen atau sekitar 7–8 siswa. Dengan demikian, total usulan ke Kementerian Sosial mencapai 83 calon siswa. Setelah diproses, Bupati Maluku Tengah akan menetapkan 75 siswa sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.
Ruslan menegaskan, pihaknya berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), khususnya desil I dan II sesuai petunjuk Kementerian Sosial. “Kami prioritaskan anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling bawah. Karena itu, seleksi benar-benar berdasarkan DTSN agar program ini tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan keterbatasan waktu yang ada, saat ini pihaknya baru bisa menyasar lima kecamatan. Namun ke depan, ia memastikan seluruh kecamatan di Maluku Tengah akan terwakili. “Target kami, ke depan semua kecamatan bisa ikut. Meskipun saat ini belum sampai ke wilayah 3T, tahap berikutnya akan mencakup seluruh 19 kecamatan,” jelas Ruslan.
Bahkan, tahun depan Sekolah Rakyat permanen akan dibangun di Kecamatan Amahai, Kelurahan Hollo. “Pembangunan sekolah permanen di Amahai ini menjadi langkah awal agar keberlangsungan program Sekolah Rakyat semakin terjamin,” tambahnya.DMS











