Taniwel, SBB (DMS) – Kondisi ruas Jalan Neniari Gunung di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), semakin memprihatinkan. Hampir enam kilometer jalan pada kawasan pegunungan tersebut mengalami kerusakan parah dengan permukaan berlumpur dan dipenuhi genangan air, terutama saat turun hujan.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung sejak lama. Selain berlumpur, banyak bebatuan besar berserakan di badan jalan sehingga menyulitkan masyarakat yang setiap hari melintas.
“Semenjak jalan ini rusak, kami benar-benar kesulitan. Motor sering tergelincir, kalau hujan kami terpaksa tunggu reda dulu baru bisa lewat,” ungkap salah satu warga Agus.
Warga lainnya juga menuturkan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berdampak pada akses layanan dasar. “Kalau ada orang sakit, kami sangat kewalahan. Harus pakai mobil double gardan, itu pun jalannya susah sekali,” kata Maria, warga Neniari Gunung.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten SBB, khususnya Dinas PUPR, dapat mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan akses jalan yang lebih layak, idealnya menggunakan konstruksi hotmix. Menurut mereka, jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Harapan kami sederhana saja, pemerintah bisa perbaiki jalan ini. Kami butuh jalan yang aman supaya bisa beraktivitas seperti biasa,” tambah warga lainnya.
Selama ini, warga harus bolak-balik ke pusat kecamatan dan kabupaten untuk memenuhi kebutuhan harian. Namun kondisi jalan yang rusak berat menjadi kendala besar bagi mobilitas mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang dapat melintas dengan relatif aman hanyalah mobil berpenggerak ganda (double gardan). Jalan menuju Desa Neniari Gunung sangat sulit dilalui karena dipenuhi batu, tanah liat, serta lumpur hampir di seluruh ruas jalan.DMS











