Masohi, Maluku Tengah (DMS) – Tumpukan sampah yang menggunung di ruas Jalan Trans Seram, tepatnya di belakang Pandopo Bupati Maluku Tengah, menjadi keluhan warga Kota Masohi. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan karena menimbulkan bau tidak sedap dan menciptakan kesan kumuh di kawasan yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah.
Pantauan di lokasi pada Rabu (3/6/2026), berbagai jenis sampah terlihat menumpuk di sepanjang bahu jalan dengan panjang sekitar 30 meter. Sampah rumah tangga, sisa makanan, plastik, botol bekas, hingga popok bayi berserakan dan sebagian telah meluber hingga mendekati badan jalan.
Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah tersebut juga mengeluarkan aroma busuk yang cukup menyengat. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya lalat dan belatung yang terlihat di sekitar lokasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi masyarakat.
Sejumlah pengendara yang melintas tampak menutup hidung atau menggunakan masker untuk mengurangi gangguan akibat bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah tersebut.
Salah seorang warga Kota Masohi, Nita, meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengambil langkah pembersihan dan pengangkutan sampah agar kondisi lingkungan kembali bersih dan nyaman.
Menurutnya, tumpukan sampah tersebut telah berada di lokasi selama lebih dari satu pekan tanpa adanya penanganan yang memadai.
“Sampah ini sudah lebih dari seminggu menumpuk di sini. Baunya sangat menyengat dan sangat mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan ini,” ujar Nita.
Ia mengaku kondisi tersebut membuat warga sekitar merasa tidak nyaman. Selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah yang terus menumpuk juga berpotensi menjadi sumber penyakit.
Nita bahkan mengaku sempat melihat seekor ular muncul dari area tumpukan sampah sehari sebelumnya. Hal itu membuat dirinya khawatir terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kemarin saya sempat melihat ular keluar dari sekitar tumpukan sampah. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya masalah kebersihan dan kesehatan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, lokasi tersebut tidak seharusnya dibiarkan menjadi tempat pembuangan sampah liar karena berada di jalur utama yang sering dilalui masyarakat maupun tamu yang datang ke Kota Masohi.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah segera melakukan pembersihan secara menyeluruh dan mengangkut seluruh sampah yang menumpuk di lokasi tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta pemerintah mencari solusi jangka panjang agar kawasan di belakang Pandopo Bupati tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Langkah pengawasan, penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai, serta edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah masalah serupa terulang kembali.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, warga berharap kawasan tersebut dapat kembali bersih, nyaman, dan bebas dari ancaman pencemaran lingkungan maupun gangguan kesehatan masyarakat.
DMS











