Pariaman (DMS) – Sebanyak 15 keluarga di Kota Pariaman, Sumatera Barat yang terdampak banjir dan longsor akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 menerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia senilai Rp83.700.000. Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima manfaat.
“Semoga bantuan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima manfaat,” kata Yota di Pariaman, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa pada awalnya Pemerintah Kota Pariaman mengajukan lebih dari 100 keluarga korban bencana untuk menerima bantuan sebesar Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan.
Namun setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hanya 15 keluarga yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan dari Kemensos.
“Mereka inilah yang memenuhi syarat, ini setelah verifikasi lapangan dan disetujui oleh pusat,” ujarnya.
Yota menyampaikan penjelasan tersebut guna memberikan pemahaman kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi tetapi tidak tercantum sebagai penerima bantuan dari pemerintah pusat.
Menurut dia, pemerintah pusat terus berupaya memastikan kebutuhan dasar korban bencana terpenuhi melalui bantuan tersebut. Sementara itu, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal.
Bantuan tersebut secara simbolis telah diserahkan pada Selasa (10/3) dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia Cabang Pariaman yang ditunjuk sebagai penyalur oleh Kemensos.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Rozi Koemadi menjelaskan bahwa setiap individu dalam 15 keluarga penerima bantuan memperoleh dana sebesar Rp15 ribu per hari melalui Program Jaminan Hidup dari Kemensos.
Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan atau sekitar 90 hari. Karena jumlah anggota tiap keluarga berbeda, total bantuan yang diterima masing-masing keluarga juga bervariasi.
“Setiap keluarga jumlah anggotanya berbeda-beda, tapi jumlah bantuan sebesar Rp15 ribu per hari per jiwa,” kata Rozi.











