Tiakur, Maluku Barat Daya (DMS) – Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang digelar di Lapangan Apel Polres Tiakur, Kamis (12/3). Apel tersebut menandai kesiapan personel dalam mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah serta memastikan arus mudik dan balik berjalan aman dan lancar.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Benyamin Thomas Noach bertindak sebagai inspektur apel dan didampingi Kapolres Maluku Barat Daya, Budhi Suriawardhana. Apel ini merupakan bagian dari operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Salawaku 2026.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Bupati MBD, disampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung pengamanan Hari Raya Idul Fitri.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen kita untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri,” ujar Bupati saat membacakan amanat Kapolri.
Disebutkan, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
“Melalui operasi ini diharapkan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Idul Fitri dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” lanjutnya.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa dinamika situasi global, khususnya di kawasan Timur Tengah, turut berdampak terhadap kondisi ekonomi nasional. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap mencukupi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying serta tetap mendukung langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan energi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying terhadap BBM maupun LPG. Pemerintah menjamin ketersediaan energi tetap aman dan mencukupi,” tegasnya.
Untuk wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, pengamanan akan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, BPBD, serta pihak PLN.
Objek pengamanan meliputi tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta fasilitas transportasi seperti bandara dan pelabuhan.
Bupati MBD juga menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat.
“Keberhasilan Operasi Ketupat Salawaku 2026 merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu sinergi dan koordinasi seluruh pihak harus terus diperkuat,” katanya.
Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maluku Barat Daya, di antaranya Dandim 1511 Pulau Moa, Kepala Kejaksaan Negeri MBD, Ketua DPRD MBD, serta pimpinan instansi terkait lainnya.DMS











