Jakarta (DMS) – Seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polda Metro Jaya diduga menipu seorang pengemudi ojek dengan iming-iming bayaran Rp300 ribu, sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor korban di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli mengatakan, peristiwa bermula ketika korban bertemu dengan terduga pelaku yang mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya dan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika.
“Terduga pelaku meminta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya yang sedang menangkap pelaku narkoba. Pelaku menjanjikan ongkos ojek sebesar Rp300 ribu,” ujar Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Tergiur bayaran yang terbilang besar, korban pun bersedia mengantar pelaku. Setibanya di Polsek Makasar, pelaku kembali meminta korban melanjutkan perjalanan ke Gang Langgar, Kramat Jati, dengan alasan target penangkapan berada di lokasi tersebut.
Korban kembali menuruti permintaan itu hingga tiba di Jalan Langgar RT 004/010, Kelurahan Kramat Jati. Di lokasi tersebut, pelaku melancarkan aksinya dengan meminjam sepeda motor korban, berdalih akan digunakan untuk mengejar dan menangkap tersangka narkoba agar bisa bergerak cepat.
Tanpa menaruh curiga karena percaya pelaku adalah aparat kepolisian serta tergiur bayaran Rp300 ribu, korban langsung menyerahkan kendaraannya.
“Pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan untuk dipakai menangkap pelaku narkoba, dan korban langsung menyerahkan motor tersebut,” kata Fadoli.
Namun setelah ditunggu beberapa waktu, pelaku tidak kembali dan justru membawa kabur sepeda motor itu. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Fadoli mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian tanpa dapat menunjukkan identitas resmi. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak mudah tergiur iming-iming bayaran besar yang tidak wajar.
Sebelumnya, seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Metro Jaya juga diduga menghipnotis dan membawa kabur sepeda motor ojek pangkalan usai singgah di SPBU 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur.
Petugas keamanan SPBU tersebut, Agus Sunarya (50), membenarkan adanya kejadian itu pada Jumat (27/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, pelaku datang berboncengan dengan korban menggunakan sepeda motor.
“Iya, benar kejadiannya di SPBU di sini. Pelaku datang mengaku dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya untuk mengambil motor korban,” ujar Agus.
Agus mengaku sempat berkoordinasi dengan atasannya dan anggota keamanan lain, bahkan menghubungi Ketua RT setempat untuk memastikan identitas pria tersebut. Namun, saat ia masih melakukan panggilan telepon, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi.
Keesokan harinya, Sabtu (28/2), korban kembali ke SPBU untuk menanyakan apakah sekuriti mengenal pelaku. Saat itu korban mengaku telah dihipnotis dan sepeda motornya dibawa kabur.
Menurut keterangan korban kepada sekuriti, awalnya pelaku menyewa jasanya sebagai ojek dari depan Terminal Asrama Haji. Kasus dugaan hipnotis ini kemudian viral di media sosial Instagram @info_pinang_ranti. Dari rekaman CCTV, terduga pelaku terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, sepeda motor yang dibawa kabur adalah Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B 5449 TBS.
Setelah tersadar, korban berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, menuju Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut. Sehari setelahnya, anggota Polsek Kramat Jati mendatangi SPBU guna meminta keterangan dan meninjau rekaman CCTV untuk mendalami kronologi peristiwa.
“Sabtu (28/2), anggota dari Polsek Kramat Jati datang ke sini, meminta keterangan lengkap sekaligus melihat rekaman CCTV,” kata Agus.
Hingga kini, kasus dugaan penipuan dan hipnotis tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Aparat juga tengah menelusuri identitas pelaku yang mencatut nama pejabat kepolisian untuk melancarkan aksinya.
DMS/AC











