Badung, Bali (DMS) – Kepolisian Resor Badung mengungkap telah mengantongi ciri-ciri dua orang terduga pelaku pembunuhan warga negara Belanda berinisial RP (49) yang terjadi di wilayah Badung, Bali.
Kapolres Badung, Ajun Komisaris Besar Polisi Joseph Edward Purba, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan sejumlah saksi, pelaku diduga berjumlah dua orang.
“Pelaku teridentifikasi dua orang, namun ciri-ciri detail masih dalam pendalaman penyidikan,” ujar Joseph di Badung, Rabu.
Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi dan akan melanjutkan pemeriksaan tambahan. Selain itu, polisi juga mengoptimalkan penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta menggali keterangan dari orang-orang terdekat korban.
Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan adanya hubungan antara korban dengan pelaku. Motif pembunuhan pun masih belum dapat disimpulkan karena pelaku belum berhasil diidentifikasi secara lengkap.
“Kami masih menggali fakta-fakta, termasuk kemungkinan adanya permasalahan korban dengan pihak lain,” katanya.
Berdasarkan data sementara dari pihak imigrasi, korban diketahui telah berada di Bali sejak 2024 dan beberapa kali keluar-masuk wilayah Indonesia. Korban juga disebut memiliki sejumlah usaha atau bisnis di Bali.
Terkait informasi yang menyebut pelaku merupakan warga negara asing, polisi belum dapat memastikan hal tersebut. Begitu pula dengan dugaan pelaku telah melarikan diri ke luar negeri, masih dalam proses penelusuran.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Imigrasi, namun langkah pencekalan belum bisa dilakukan karena identitas pelaku belum diketahui secara pasti.
Selain itu, polisi juga menyoroti kemungkinan penggunaan jaket ojek daring oleh pelaku sebagai modus untuk menyamarkan identitas.
“Jaket ojek online mudah didapat sehingga kerap digunakan pelaku kejahatan untuk menyembunyikan identitas,” ujar Joseph.
Saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik pembunuhan tersebut.
Sebelumnya, korban RP ditemukan meninggal dunia setelah ditikam oleh dua orang tidak dikenal di Villa Amira No.1, Banjar Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, pada Senin (23/3) malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 Wita saat korban bersama seorang saksi perempuan berjalan menuju vila. Tiba-tiba, dua pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor berwarna hitam melintas dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam.
Saksi yang panik langsung melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Setelah pelaku kabur, saksi kembali mendekati korban yang telah bersimbah darah dan segera meminta bantuan.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS BIMC Kuta. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim medis sempat memberikan pertolongan, tetapi korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 Wita akibat kehabisan darah.











