Dobo, Kepulauan Aru (DMS) – Jumlah korban meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi di Kecamatan Aru Tengah Selatan akhirnya diklarifikasi. Hingga saat ini, hanya dua orang yang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan medis dengan kondisi yang berangsur membaik.
Pantauan DMS di RSUD Cendrawasih Dobo, Sabtu (3/1/2026), dua korban yang sebelumnya dirawat dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satu korban atas nama Laurensius direncanakan akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Ambon untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Salah satu anggota keluarga korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan kondisi korban terus mengalami perbaikan.
“Kondisi kakak saya sudah mulai membaik, tapi masih harus mendapatkan perawatan lanjutan dari tim medis,” ujarnya saat ditemui di ruang perawatan RSUD Cendrawasih Dobo.
Sementara itu, korban selamat lainnya, Laurensius Djerwi (23), saat diwawancarai DMS Group, menceritakan kronologi singkat kejadian yang menyebabkan dirinya mengalami luka di bagian kaki.
“Kejadian bermula Kamis (1/1/2026) sore. Saya dapat kabar kalau teman kami bernama Jad dipukul oleh sekelompok pemuda. Saya dan beberapa teman kemudian berniat mendatangi lokasi kejadian,” jelas Laurensius.
Ia menuturkan, saat dalam perjalanan menuju lokasi, dirinya bersama beberapa rekan justru dikejar oleh sekelompok pemuda dari kampung tetangga.
“Kami sempat dikejar, lalu saya terjatuh dan mengalami luka di kaki,” tambahnya.
Terkait dugaan konsumsi minuman keras, Laurensius dengan tegas membantah isu tersebut.
“Baik kami maupun pihak lawan tidak dalam pengaruh minuman keras. Kalau ada berita yang menyebut kejadian ini akibat miras, itu tidak benar,” tegasnya.
Mengenai informasi simpang siur jumlah korban meninggal dunia, Laurensius kembali menegaskan bahwa korban meninggal hanya dua orang.
“Memang sempat beredar kabar ada tiga korban meninggal, tapi kepala desa sudah menyampaikan bahwa informasi itu tidak benar. Sampai sekarang hanya dua orang,” ungkapnya.
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa bentrokan tersebut serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. DMS











